ads
ads
ads

TERNATE, TERBITMALUT.COM Rangkaian pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Kota Ternate, Maluku Utara akan berdampak pada aktivitas masyarakat. Pasalnya ruas jalan belakang Benteng Oranje hingga Kedaton Kesultanan akan ditutup sementara dan dilakukan rekayasa lalu lintas, terutama saat pelaksanaan karnaval budaya yang melibatkan ribuan peserta.

Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Thamrin Marsaoly yang juga anggota Panitia JKPI menyampaikan, permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas potensi terganggunya aktivitas selama rangkaian kegiatan berlangsung.

“JKPI dimulai pada 26 hingga 30 Agustus. Kemudian, pada 29 Agustus akan digelar karnaval yang menggunakan badan jalan raya mulai dari belakang Benteng Oranje hingga depan Kedaton Kesultanan,”ujarnya, Senin 24 Agustus 2026.

Thamrin mengatakan, karnaval tersebut akan melibatkan ribuan peserta, baik dari anggota JKPI maupun sebanyak 1.300 pelajar SD dan SMP di Kota Ternate akan terlibat dalam penampilan Tarian Soya-Soya dan rangkaian karnaval budaya.

Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat di wilayah yang terdampak agar menyesuaikan aktivitas selama kegiatan berlangsung. Wilayah tersebut meliputi Kelurahan Gamalama, Santiong, Makassar Timur, Makassar Barat hingga Salero.

“Atas nama panitia, kami memohon maaf apabila kegiatan ini mengganggu aktivitas masyarakat. Dan akan dilakukan rekayasa lalu lintas. Untuk teknisnya akan ditangani Dinas Perhubungan bersama Satlantas Polres Ternate,”ungkapnya.

Ia menambahkan, panitia juga akan berkoordinasi dengan para lurah di wilayah terdampak untuk membantu sosialisasikan rekayasa lalu lintas kepada masyarakat.

Namun, pelaksanaan kegiatan tersebut berpotensi memberikan dampak terhadap ekonomi  masyarakat. Hanya saja, ada potensi gangguan karena jalan raya digunakan maka perlu koordinasi antar pihak.

“Selain agenda rapat kerja, panitia juga menyiapkan sejumlah kegiatan sebagai bagian dari upaya memperkenalkan Ternate sebagai kota pusaka dan salah satu episentrum sejarah rempah dunia,”tegasnya. (Uku)

Editor : TM

Bagikan: