TERNATE, TERBITMALUT.COM — Tim Tanggap Darurat Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kota Ternate terus melakukan penanganan kebakaran di tempat pemrosesan akhir (TPA) Buku Deru-deru, Kelurahan Takome, Ternate Barat.
“Penanganan ekstra itu dimulai sejak Sabtu, 3-12 Oktober 2026, dan sudah mencapai 70 persen kebakaran yang sudah dikendalikan, sehingga tersisa waktu kurang lebih 4 hari kedepan ini kita akan maksimalkan untuk memadamkan api atau 30 persen area yang masih berasap,”ujar Sekda Kota Ternate, H. Rizal Marsaoly yang juga Ketua Posko Tanggap Darurat Karhutla usai Rapat Evaluasi Penanganan Karhutla Takome dan Sulamadaha Senin, (12/10/2026).
Menurut Rizal, tim juga akan menggunakan metode atau skema pemadaman yang lebih efektif untuk memadamkan api. Karena, kemarin kita menggunakan cara mengurai sampah dengan alat berat, baru disemprot air api dengan mobil water canon kepolisian.
“Maka sisa api di beberapa titik yang masih membakar sampah itu akan kita padamkan menggunakan deterjen atau busa dengan cara pipa dimasukan kedalam, baru disemprot ke dalam. Sehingga api, yang kedalaman 5-10 meter itu kita berharap bisa padam,”terang Rizal.
Kata Rizal, tanggap darurat akan berakhir di hari Jumat, 16 Oktober. Akan tetapi, jika masih ada asap yang keluar dan dibutuhkan penanganan lanjutan, maka masa tanggap darurat akan diperpanjang selama 7 hari lagi.
Sekolah Tingkat PAUD-SMP Diliburkan Selama 3 Hari
Rizal juga menegaskan dengan adanya cuaca udara diselimuti asap tebal, maka kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tingkat PAUD, SD dan SMP di seluruh Kota Ternate diliburkan mulai besok hingga Kamis, 15 Oktober.
Dan itu, sudah tertuang dalam Surat Pemberitahuan Nomor :420/4158/2026. Dalam pemberitahuan itu, Kepala Sekolah dapat menghimbau kepada orang tua siswa agar mengawasi efektivitas belajar siswa di rumah dan mengurangi aktivitas di luar rumah pada saat diliburkan, serta menyarankan agar menggunakan masker kepada anak dan keluarga ketika beraktivitas di luar rumah.
“Guru dan Tenaga Kependidikan tetap melaksanakan tugas kedinasan, seperti biasa. Dan pemberitahuan itu akan dievaluasi sesuai perkembangan kondisi kualitas udara lalu disampaikan lagi apabila terdapat perubahan,”ungkapnya.
Sementara itu, Kadis Kesehatan Kota Ternate, dr. Fathiyah Suma menambahkan, bahwa dengan adanya kebakaran di TPA saat ini, masyarakat harus memitigasi dampak paparan asap.
Karena, berdasarkan hasil uji kualitas udara di rumah-rumah warga, masih menunjukan skala di atas dari nilai normal atau ambang batas. Maka harus patut diwaspadai. Sehingga dengan hasil uji kualitas udara itu, Dinkes telah menindaklanjuti untuk mitigasi kewaspadaan terhadap kebakaran yang menyebabkan asap.
“Kita tahu ini paparan yang berisiko ketika menghirup udara yang tercemar asap, apalagi anak-anak, ibu hamil. Karena, ini situasi udara yang penuh asap di Kota Ternate,”jelasnya.
Lanjut Kadinkes, tadi mitigasi sudah dilakukan, jajaran puskesmas dan posko kesehatan sudah membagikan masker di sekolah-sekolah pagi tadi.
“Karena kurang lebih 42 ribu siswa dari TK/PAUD, SD, SMP dan SMA yang ada di Kota Ternate, yang sangat rentan bagi mereka terhadap paparan asap kebakaran,”cetusnya.
Kadinkes juga berharap agar orang tua bisa mewaspadai kepada anak-anak mereka, agar tidak terlalu beraktivitas diluar rumah.
“Karena diluar itu, udara tidak sehat bagi mereka. Dan jika ada yang mengalami gejala, seperti sesak nafas atau asma segera ke Puskesmas terdekat untuk ditangani oleh petugas kesehatan,”imbuhnya. (**)
Editor : Uku





