
TERNATE, TERBITMALUT.COM — Usai city tour, Jumat (29/8/2025) siang hingga sore sebagai rangkaian City Sanitation Summit (CSS) XXIII di Kota Ternate, kemudian dilanjutkan dengan gala dinner di Benteng Oranje Kota Ternate.
Wali Kota Ternate, H. M. Tauhid Soleman, didampingi Ketua TP. PKK Kota Ternate, Ny. Marliza M. Tauhid menyambut para delegasi dengan ramah seraya memberikan bingkisan sebagai buah tangan.
Gala Dinner tersebut menampilkan gastronomi Ternate, pertunjukan teatrikal, kuliner khas komunitas CAGS, hingga penampilan tarian kolosal Sanggar Kirana Art.
Turut hadir Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar, Sekretaris Daerah Kota Ternate, H. Rizal Marsaoly, Forkopimda Kota Ternate dan para Kepala OPD di Lingkup Pemerintah Kota Ternate.
Wali Kota Ternate, H. M. Tauhid Soleman dalam sambutannya mengatakan, bahwa pertemuan ini bukan sekadar forum diskusi, melainkan wujud tekad bersama membangun kota yang sehat dan ramah lingkungan.
“Benteng Oranje bukan hanya bangunan tua, tetapi saksi sejarah dunia. Jika dahulu menjadi pusat kendali perdagangan, maka hari ini kita jadikan sebagai pusat kendali komitmen menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan di Kota Ternate,”ujarnya.

Tauhid mengatakan, CSS merupakan ruang kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan komunitas untuk mengembangkan praktik sanitasi berbasis kota.
“Kita ingin menunjukkan bahwa pelestarian budaya dan sejarah dapat berjalan berdampingan dengan pembangunan berkelanjutan. Karena, sejarah Benteng Oranje mengingatkan kita bahwa peradaban besar yang lahir dari tata kelola yang baik, termasuk pengelolaan lingkungan dan sanitasi,”ungkapnya.
Wali Kota juga menyebutkan, Benteng Oranje yang kini bertransformasi menjadi Creative Hub dipandang sebagai simbol perjalanan Ternate, dari warisan sejarah menuju masa depan yang hijau dan ramah lingkungan.
Tauhid juga menjelaskan bahwa bangunan bersejarah ini awalnya berdiri atas izin Sultan Ternate, kemudian dikuasai Belanda pada 1607. Sepanjang sejarahnya, benteng pernah menjadi pusat pemerintahan VOC, penjara, barak militer, hingga tempat pengasingan tokoh nasional, termasuk Sultan Mahmud Badaruddin II dari Palembang yang wafat di Ternate pada 1852.
“Kemudian, pada tahun 2018, benteng ini ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional melalui SK Mendikbud RI Nomor 322/M/2018,”terangnya.
Wali Kota juga menyampaikan terima kasih atas dukungan berbagai pihak dalam pelaksanaan CSS ke-23 di Kota Ternate.
“Saya berharap dari Benteng Oranje lahir gagasan besar dan komitmen kuat untuk mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, selaras dengan nilai sejarah dan budaya yang kita miliki hari ini,”pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI), Dadang Supriatna menyampaikan, malam ini adalah malam yang sangat spesial dan langkah. Karena, kita disajikan makanan khas Ternate yang luar biasa enaknya.
Untuk itu, Wali Kota Bandung juga berencana akan berkunjung ke Restoran makanannya. Dadang juga menyampaikan, terima kasih kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota atas jamuan gala dinner kepada kami dan para peserta CSS lainnya.
Ketum AKKOPSI juga menyampaikan, pertemuan malam ini jadi momen shering informasi sesama kepala daerah. Dan semoga ke depannya bisa kita kerjasama antar daerah.
“Sehingga apa yang menjadi ciri khas di Ternate bisa dikembangkan di daerah lainnya. Dan semoga perekonomian di masing-masing daerah bisa berkembang,”jelasnya. (**)
Editor : Uku