WEDA, TERBITMALUT.COM — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara resmi melaporkan rangkaian peristiwa teror hingga pembunuhan yang terjadi berulang kali dalam beberapa tahun terakhir di wilayah hutan Halmahera Tengah dan Halmahera Timur kepada Komisi XIII DPR RI yang membidangi Hak Asasi Manusia (HAM).
Laporan tersebut disampaikan dalam pertemuan tatap muka di Kantor DPW Partai NasDem Maluku Utara pada Jumat, 24 April 2026 kemarin dan diterima langsung oleh Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya.
Ketua DPD NasDem Halmahera Tengah, Munadi Kilkoda, mengungkapkan bahwa aksi teror hingga pembunuhan tersebut kerap dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK), namun hingga kini penanganannya dinilai belum maksimal.
“Peristiwa ini sudah berulang kali terjadi. Bahkan ada kasus pembunuhan yang sampai sekarang pelaku dan motifnya belum juga terungkap oleh aparat penegak hukum,”ujarnya.
Munadi juga meminta agar Komisi XIII DPR RI memberikan perhatian serius terhadap kasus tersebut dengan memanggil aparat penegak hukum serta Komnas HAM RI guna dimintai penjelasan.
“Kami minta pengusutan dilakukan secara tuntas, siapa pelaku dan apa motifnya. Negara harus menjamin rasa aman bagi masyarakat di dua wilayah tersebut dalam beraktivitas,”tegasnya.
Menanggapi laporan tersebut, Willy Aditya menyatakan, akan segera menindaklanjuti melalui mekanisme yang berlaku di DPR RI. Ia memastikan persoalan ini akan dibahas dalam forum resmi bersama pihak terkait.
“Nanti kami bawa ke dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak-pihak yang berkaitan. Bahkan bisa jadi kami undang pihak korban maupun pemerintah daerah untuk dimintai keterangan,”ungkapnya.
Willy menambahkan, pelaksanaan RDP akan dijadwalkan setelah masa reses DPR RI berakhir dan memasuki masa sidang berikutnya.
“Setelah masa reses DPR RI berakhir akan kita bahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP),”pungkasnya. (Dewa)
Editor : Redaksi





