ads

WEDA, TERBITMALUT.COM — Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) memverifikasi dan memvalidasi data hasil pengukuran antropometri balita dari 12 Puskesmas untuk memastikan keakuratan data status gizi sebagai dasar penentuan intervensi dan percepatan penurunan stunting.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 14–15 Oktober 2026, ini difokuskan pada pemeriksaan kelengkapan, konsistensi, serta kesesuaian data pengukuran dan pelaporan status gizi balita dari masing-masing Puskesmas.

Pertemuan dibuka oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Tengah, Basuki Rahmad Saleh, yang hadir mewakili Kepala Dinas Kesehatan. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan, bahwa kebijakan pemerintah daerah terkait peningkatan status gizi masyarakat.

Basuki menegaskan, upaya mewujudkan Generasi Emas 2045 membutuhkan sumber daya manusia yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing. Pemenuhan gizi sejak usia dini menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pencapaian tersebut.

Menurutnya, perbaikan gizi masyarakat tidak dapat hanya mengandalkan satu pihak, tetapi membutuhkan komitmen bersama dari Dinas Kesehatan, Puskesmas, tenaga kesehatan, serta dukungan lintas sektor.

“Sehingga ketersediaan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi salah satu kunci untuk mengetahui kondisi riil status gizi balita, menentukan sasaran intervensi, dan mengevaluasi efektivitas program yang telah dilaksanakan,”ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa upaya penurunan stunting di Halmahera Tengah masih perlu terus diperkuat. Persoalan gizi berkaitan erat dengan berbagai faktor, mulai dari kemiskinan, pola asuh, akses terhadap pangan bergizi, sanitasi, hingga pemanfaatan layanan kesehatan.

“Karena itu, penanganan stunting harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan, disertai peningkatan kualitas pelayanan serta ketepatan data sebagai dasar pengambilan kebijakan,”jelasnya.

Dalam sambutannya, Basuki turut menyoroti harapan pemerintah daerah terhadap kebijakan pemberian insentif bagi ibu hamil dan ibu menyusui yang menjadi perhatian Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Tengah.

“Semoga kebijakan diharapkan dapat mendukung peningkatan kesehatan ibu dan anak, memperkuat pemenuhan kebutuhan gizi, serta berkontribusi terhadap percepatan penurunan stunting sesuai kriteria dan ketentuan yang berlaku,”ungkapnya.

Pertemuan ini turut dihadiri Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Halmahera Tengah, Chalid Abd Halek, SKM., MKM, serta tenaga gizi dari 12 Puskesmas se-Kabupaten Halmahera Tengah.

Selama kegiatan, peserta melakukan pemeriksaan dan penyelarasan data hasil pengukuran antropometri, termasuk mengidentifikasi ketidaksesuaian dalam pencatatan, penginputan, maupun pelaporan. Langkah ini dilakukan untuk mendorong perbaikan data sesuai standar pengukuran antropometri yang berlaku.

Melalui kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan Halmahera Tengah berharap tenaga gizi di seluruh Puskesmas semakin teliti dalam melakukan pengukuran dan pengelolaan data status gizi balita.

Data yang valid dan berkualitas diharapkan dapat menjadi pijakan dalam menyusun program perbaikan gizi yang lebih terarah, terukur, dan tepat sasaran, sehingga upaya pencegahan serta percepatan penurunan stunting di Halmahera Tengah dapat berjalan lebih efektif. (Dewa)

Editor : TM

Bagikan: