ads

TERNATE, TERBITMALUT.COM — Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda bersama Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, didampingi Wali Kota Ternate, H. M.Tauhid Soleman, Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar dan Sekda Kota Ternate, H. Rizal Marsaoly meninjauh progres penanganan kebakaran di tempat pemrosesan akhir (TPA) Buku Deru-deru, Kota Ternate Kamis, (15/10/2026) sore.

Usai tinjau, Gubernur Sherly menyampaikan, penanganan kebakaran di TPA Buku Deru-deru hingga hari ini secara keseluruhan sudah 70 persen. Dan tinggal 30 persen lagi yang akan ditangani oleh tim tanggap darurat Karhutla Kota Ternate. Sehingga 100 persen api benar-benar padam.

“Untuk saya sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah kota dan tim tanggap darurat Karhutla yang terus berupaya memadamkan api,”ucapnya.

Sherly juga menjelaskan soal pembangunan pagar pembatas (beton) di TPA Kota Ternate. Sehingga rencana anggaran biaya (RAB) dihitung dulu berapa anggarannya, baru kita buat skema pembiayaan bersama (sharing budget) dengan pemerintah Kota Ternate.

“Karena luas kawasan TPA Buku deru-deru ini sekitar 30 hektar. Maka pemerintah pemerintah provinsi akan bersama-sama membangun tembok pembatas,”ungkapnya.

Kata Sherly, daya tampung TPA ini sudah digunakan hampir 80 persen, dan setiap harinya volume sampah baru yang masuk ke TPA sekitar 120 ton dan 80 persennya sampah organik.

Sehingga kita akan berkolaborasi bersama dengan UPT Kementerian PU, Pemerintah Provinsi dan Kota Ternate, termasuk pihak swasta, untuk mengelola sampah organik menjadi pupuk organik yang bisa dimanfaatkan oleh petani, agar tidak ada sampah baru lagi yang bertumpuk.

“Pengelolaan sampah di TPA buku deru-deru dengan sistem open dumping akan dihentikan dan menggunakan Sanitary landfill,”tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Ternate, H. M. Tauhid Soleman menyampaikan, pemkot Ternate akan bersama Pemprov Malut untuk melakukan skema pembiayaan bersama (sharing budget) yang difokuskan pada pembangunan pagar pembatas kawasan TPA di tahun 2027, sekaligus penyusunan masterplan pengelolaan sampah modern.

“Jadi volumenya 1,7 km dengan tinggi pagar sekitar 4 meter yang akan dibangun pagar pembatas TPA dan lahan warga. Namun kita akan lihat lagi anggaran yang akan dibantu oleh pemprov Maluku Utara,”katanya saat diwawancarai sejumlah awak media.

Pastinya, kata Tauhid, kita lihat dulu sharing anggaran pemprov ke Pemkot. Sehingga dengan volume 1,7 km itu bisa diselesaikan secara keseluruhan atau tidak.

“Kalau dana sharing ke pemkot nya lumayan ditambah dengan anggaran dari pemkot Ternate, maka bisa saja pagar pembatas dengan panjang 1,7 km itu bisa diselesaikan,”pungkasnya. (**)

Editor : Uku

Bagikan: