TOBELO, TERBITMALUT.COM — Pasca insiden penganiayaan yang memicu ketegangan di Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, jajaran Korem 152/Baabullah melalui Kodim 1508/Tobelo bersama Polres Halmahera Utara dan unsur Forkopimda bergerak cepat meredam situasi demi memulihkan keamanan wilayah, Sabtu (24/10/26) kemarin, seperti rilis diterima.
Langkah penanganan ini dipimpin langsung oleh Dandim 1508/Tobelo dan Kapolres Halmahera Utara. Keduanya mengedepankan pendekatan persuasif dengan turun menemui kelompok massa, serta mengimbau seluruh pihak agar tetap tenang dan menghindari tindakan provokatif yang dapat memperburuk keadaan.
Sebagai tindak lanjut penyelesaian masalah, jajaran Forkopimda mengadakan forum dialog dengan warga Desa Samuda, yang merupakan domisili terduga pelaku.
Pertemuan tersebut turut melibatkan unsur Forkompimcam, tokoh adat, agama, dan pemuda, serta pihak keluarga terduga pelaku guna mendorong penyelesaian damai dan merajut kembali keharmonisan antar warga.
Usai sesi mediasi, rombongan pejabat daerah menyempatkan diri mendatangi RSUD Tobelo untuk melihat langsung kondisi korban penganiayaan. Berdasarkan pemantauan di lokasi, kondisi kesehatan korban dilaporkan sudah menunjukkan perkembangan yang positif.
Sementara itu, Komandan Korem 152/Baabullah, Brigjen TNI Enoh Solehudin dalam keterangannya meminta masyarakat agar tidak mudah termakan isu atau ajakan provokatif yang berpotensi memicu gesekan susulan.
“Proses hukum sepenuhnya kita serahkan kepada pihak kepolisian, sehingga saya meminta agar warga bisa membuka pemalangan jalan agar roda perekonomian dan aktivitas publik kembali normal,”pintanya.
Sinergi solid antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan para tokoh masyarakat ini diharapkan mampu mengembalikan kedamaian di Halmahera Utara.
“Seluruh elemen masyarakat diimbau untuk senantiasa mengedepankan musyawarah, menjaga persaudaraan, dan merawat kerukunan demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif di Kecamatan Galela,”harap Danrem. (**)
Editor : Uku





