ads

TERNATE, TERBITMALUT.COM — Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, H. Rizal Marsaoly secara resmi menyerahkan bantuan 125 paket sembako bagi warga Sulamadaha atau lanjut usia (lansia) yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan TPA Buku Deru-Deru, yang bertempat di Puskesmas, Rabu (14/10/2026).

Kehadiran Sekda turut didampingi Kadis Kesehatan, dr. Fathiyah Suma, Camat Ternate Barat, Mewakili Kepala BPKAD dan Kepala Puskesmas Sulamadaha.

Bantuan paket sembako merupakan hasil kolaborasi bersama Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Rizal mengatakan, penyaluran bantuan ini menjadi bentuk kepedulian ASN terhadap masyarakat yang terdampak bencana, terutama kelompok rentan.

Menurutnya, bantuan tersebut bersumber dari iuran ASN yang dihimpun untuk kegiatan sosial dan kepedulian terhadap warga yang membutuhkan.

“Melalui ASN Ternate Peduli, kami ingin membantu meringankan beban saudara-saudara kita, khususnya para lansia yang terdampak kebakaran di TPA Buku Deru-Deru,”ujarnya.

Rizal menambahkan, paket sembako yang diberikan berisi beras, gula, minyak goreng, dan mie instan. Penyaluran dilakukan dengan melibatkan Puskesmas agar bantuan dapat diberikan kepada warga sesuai data penerima.

Rizal menegaskan, penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga harus memperhatikan dampak sosial, kesehatan, dan ekonomi yang dialami masyarakat.

“Selain pemadaman, dampak sosial dan kesehatan, termasuk dampak ekonomi masyarakat, juga harus kita perhatikan,”terangnya.

Di sisi lain, lanjut Rizal, Pemkot Ternate masih melakukan pendataan terhadap kerugian warga akibat karhutla. Pendataan tersebut mencakup ternak yang mati serta tanaman yang terbakar akibat kebakaran di sekitar TPA Buku Deru-Deru.

Proses pendataan melibatkan Dinas Pertanian dan bidang Aset BPKAD Kota Ternate bersama lurah, untuk menghimpun data serta informasi langsung dari lapangan.

Rizal menambahkan, bantuan sosial selanjutnya berpeluang menyasar kelompok rentan lainnya, seperti ibu hamil dan warga yang membutuhkan perhatian khusus. Kita juga menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak, mungkin saja melalui program CSR, atau perbankan, untuk mendukung penyaluran bantuan berikutnya.

“Untuk hari ini, kami fokus membantu lansia. Selanjutnya, kelompok rentan lainnya juga menjadi perhatian, sambil menunggu koordinasi dengan pihak-pihak yang akan memberikan bantuan,”pungkasnya. (**)

Editor : Uku

Bagikan: