ads
ads
ads

TERNATE, TERBITMALUT.COM Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ternate menggelar aksi unjuk rasa di depan Rumah Dinas Wakil Gubernur Maluku Utara, di Kota Ternate Selasa, (23/06/2026).

Massa membawa tuntutan utama agar pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) serta mengancam menggulirkan wacana referendum jika persoalan distribusi dan kuota BBM subsidi di Maluku Utara tidak mendapati perhatian.

Kenaikan BBM yang sifatnya non subsidi dinilai berdampak pada kenaikan harga bahan pokok. Koordinator Lapangan HMI Cabang Ternate, Yusril Todoku mengatakan, aksi tersebut merupakan lanjutan dari demonstrasi sebelumnya.

Menurut dia, HMI kembali mendatangi Rumah Dinas Gubernur untuk menagih tindak lanjut atas tuntutan yang pernah disampaikan kepada pemerintah daerah provinsi Maluku Utara.

Yusril mengklaim kepolisian sebelumnya telah menyatakan akan menindaklanjuti dugaan praktik mafia BBM. Namun, menurut dia, langkah yang dilakukan aparat hingga kini belum menunjukkan hasil yang memuaskan.

“Yang kami lihat, penanganannya belum maksimal. Karena itu kami datang kembali untuk meminta keseriusan pemerintah dan aparat dalam memberantas mafia BBM,”ujarnya.

Selain isu BBM, HMI juga membawa delapan tuntutan dalam aksi yang mereka sebut sebagai “jilid kedua”. Salah satunya menyangkut evaluasi terhadap kebijakan pemerintah pusat, termasuk kritik terhadap pembahasan Undang-Undang Polri yang dinilai dilakukan secara terburu-buru.

Adapun beberapa poin terkait tuntutan referendum HMI Cabang Ternate ; 

1. Tangkap Mafia BBM Subsidi (Pertalite dan Solar) di Maluku Utara

2. Turunkan Harga Bahan Pokok

3. Tangkap Pelaku Pembunuhan Di Halmahera

4. Segera Cabut IUP PT Ormat Geothermal Di Halmahera Barat

5. Lindungi Aktivis Lingkungan Di Halmahera Utara

6. Maluku Utara Buruh Keadilan Fiskal

7. Tangkap Pelaku Jual Beli IUP di Maluku Utara

8. Tangkap Pelaku Kejahatan Lingkungan di Maluku Utara. (Jul) 

Editor : Redaksi

Bagikan: