ads

TERNATE, TERBITMALUT.COM Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ternate, menyampaikan klarifikasi soal pasien berinisial MH (70) yang meninggal dunia sebelum sempat dievakuasi menggunakan Ambulans Laut ke rumah sakit rujukan (RS Dharma Ibu), Kota Ternate.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, dr. Fathiyah Suma dalam keterangan Pers yang turut didampingi Sekdinkes dan jajarannya Selasa, (1/9/2026) menyampaikan, bahwa pelayanan kesehatan sudah diberikan dan sudah tercover dalam rekam medis di Puskesmas Perawatan Moti.

“Dan seluruh proses penanganan medis, pemantauan kondisi, hingga prosedur rujukan telah dilaksanakan sesuai standar operasional standar (SOP) dan tercatat secara rinci dalam rekam medis pasien,”ujarnya.

Menurutnya, secara prosedur pelayanan pasien termasuk penanganan medis, proses rujukan serta perkembangan kondisi pasien selama berada di UGD Puskesmas Perawatan Moti itu memang sudah tercover dari waktu ke waktu yang tercatat dalam rekam medis.

Kronologis Perawatan Pasien 

Pasien berinisial MH masuk di UGD Puskesmas Perawatan Moti di pagi hari 08.30 WIT hingga pukul 17.00 WIT pasien dinyatakan meninggal dunia dan masih didampingi tim medis, serta dukungan alat medis.

Kadinkes juga menepis isu adanya kelalaian atau keterlambatan ambulans laut yang menyebabkan pasien meninggal. Kata Kadinkes, memang ada rencana pasien dirujuk  ke rumah sakit rujukan RS Dharma Ibu Kota Ternate, yang semua prosedur sudah disiapkan.

“Namun, ada komunikasi-komunikasi keluarga pasien dan tim medis bahwa harus ada pertimbangan-pertimbangan kondisi pasien sebelum dirujuk. Karena, dari pagi hari hingga sore hari itu, kondisi pasien nya mengalami fluktuatif (kadang membaik dan kadang memburuk), kondisi itu dibuktikan dengan catatan yang tercatat dalam rekam medis yang dilakukan oleh tim medis Puskesmas,”ungkapnya.

Kemudian, ada juga riwayat sakit dari pasien ini sudah ada, karena sudah menjalani perawatan inap dua kali di RS Dharma Ibu, Kota Ternate. Dan almarhum juga sebelum meninggal itu baru beberapa hari keluar dari RS, dan masi memerlukan kontrol rawat jalan di dokter poliklinik RS.

“Akan tetapi, belum sempat melakukan  kontrol rawat jalan di dokter poliklinik RS Dharma Ibu, pasien (almarhum) sudah balik ke Pulau Moti dan tiba-tiba kondisi almarhum memburuk dan masuk ke Puskesmas Moti dan akhirnya meninggal,”terangnya.

Almarhum juga mengalami riwayat penyakit degeneratif yang memang ada komplikasinya. Dengan adanya peristiwa ini, Dinkes menegaskan akan melakukan evaluasi agar terus memperkuat koordinasi penanganan kegawatdaruratan dan transportasi kesehatan antar-pulau.

“Kita tetap berkomitmen dalam mengoptimalkan dengan pemanfaatan aplikasi Sistem Rujukan Terpadu (Sisrute) serta keterpaduan dengan Public Safety Center (PSC) untuk layanan ambulans darat saat pasien tiba di Ternate,”cetusnya.

Selain itu, Kadinkes juga mengimbau agar masyarakat di wilayah kepulauan yakni Moti, Hiri, dan Mayau untuk memanfaat secara optimal fasilitas Rumah Singgah Moti/Bahim di Ternate.

“Karena rumah singgah tersebut disediakan sebagai akomodasi sementara bagi pasien dan keluarga pendamping yang sedang menjalani kontrol atau perawatan rawat jalan di rumah sakit rujukan, guna mencegah terputusnya akses layanan kesehatan,”pungkasnya.

Pihaknya juga mengajak, masyarakat untuk lebih mengedepankan upaya promotif dan preventif melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) serta memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis untuk mendeteksi dini penyakit degeneratif. (Uku)

Editor : TM

Bagikan: