ads

SOFIFI, TERBITMALUT.COM — Polda Maluku Utara mengungkap hasil penyelidikan dan penyidikan kasus meninggalnya Ali Daud, warga Desa Banemo, Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, yang ditemukan meninggal dunia di kawasan hutan Desa Bobane Jaya pada 2 April 2026.

Dari rangkaian penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan secara komprehensif, Polda Maluku Utara menegaskan bahwa tidak ditemukan fakta hukum dan alat bukti yang mendukung dugaan bahwa pembunuhan Ali Daud dilakukan oleh masyarakat Desa Sibenpopo.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Maluku Utara, Kombes Pol. I Gede Putu Widyana mengatakan, kesimpulan tersebut diperoleh setelah penyidik melakukan berbagai langkah penyidikan, mulai dari olah tempat kejadian perkara secara berulang, pemeriksaan 33 saksi, pemeriksaan forensik dan otopsi, analisis teknologi informasi, penelusuran citra satelit bersama BRIN, penjejakan lapangan oleh tim penjejak Korps Brimob Polri, hingga pendalaman melalui metode intelijen antropologis.

“Hasil olah TKP menunjukkan Ali Daud ditemukan meninggal dunia di kebunnya dengan sejumlah luka akibat benda tajam. Di sekitar lokasi juga ditemukan buah pala yang berserakan, sementara parang milik korban tidak ditemukan,”ujarnya saat Konferensi Pers pada Kamis, (24/9/2026) sore.

Menurut Ditreskrimum, penyidik juga menemukan jejak kaki dalam radius sekitar dua kilometer yang mengarah ke kawasan hutan. Di jalur tersebut ditemukan sebuah bivak yang terbuat dari batang kayu dan dedaunan serta batang anak panah tradisional.

“Hasil autopsi turut menunjukkan adanya sedikitnya 19 luka akibat kekerasan benda tajam pada tubuh korban yang menyebabkan kerusakan pada sejumlah organ vital,”ungkapnya.

Seluruh temuan tersebut kemudian dianalisis secara terpadu dengan hasil pemeriksaan laboratorium forensik, penelusuran lapangan, analisis teknologi informasi, citra satelit, serta pendalaman sosial dan budaya melalui pendekatan intelijen antropologis.

“Dari rangkaian penyelidikan tersebut, penyidik memperoleh gambaran karakteristik pelaku yang memiliki kesesuaian dengan kelompok yang beraktivitas dan bermukim secara nomaden di kawasan hutan, antara lain memiliki mobilitas tinggi, kemampuan bertahan hidup,”pungkasnya. (**)

Editor : TM

Bagikan: