TERNATE, TERBITMALUT.COM — Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsaoly secara resmi lantik Pengurus Cabang dan Pengurus Perempuan PGRI Kota Ternate periode 2026-2031 bertempat di gedung Balai Pelatihan Vokasi dan Produktifitas, Jumat (9/10/2026).
Selain Pelantikan Pengurus, juga dilaksanakan Konferensi Kerja 1 dan Launching HUT Ke-81 PGRI dan Hari Guru Nasional 2026 dengan tema “Memperkuat Silaturahmi dalam Mewujudkan Guru Bermutu, Indonesia Maju”.
Kegiatan Konferensi Kerja 1 dan Launching HUT Ke-81 PGRI dan Hari Guru Nasional 2026 resmi dibuka Wali Kota Ternate, Dr. H. M. Tauhid Soleman dan dihadiri Wakil Wali Kota, Nasri Abubakar, Ketua PGRI Provinsi Maluku Utara atau diwakili, Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate Dewan Pembina, Penasehat, dan Pengurus PGRI Kota Ternate, Ketua-ketua PGRI Cabang se-Kota Ternate, dari Ternate Utara sampai Pulau Batang Dua, Moti dan Hiri.
Ketua PGRI Kota Ternate, H. Rizal Marsaoly menyampaikan, kurang lebih satu bulan lagi menjelang puncak peringatan HUT PGRI ke-81 pada 25 November 2026 nanti. Usia 81 tahun bukanlah usia muda. Jika PGRI adalah manusia, ia telah sangat matang, bijaksana, dan teruji melewati zaman penjajahan, kemerdekaan, hingga era disrupsi digital hari ini.

Oleh karena itu, saya ingin menitipkan tiga makna dari tema diatas untuk kita renungkan bersama :
Pertama, memperkuat silaturahmi adalah kunci kekuatan, di era media sosial ini, silaturahmi kita sering tereduksi hanya dengan like dan komentar. Padahal kekuatan PGRI ada pada pertemuan fisik, tatap muka, saling menguatkan.
“Hidupkan kembali pertemuan cabang, jalin komunikasi positif, jalin sinergi dengan para anggota. Karena bersinergi dapat membangkitkan energi positif Jangan biarkan ada anggota PGRI di Kota Ternate yang merasa sendiri. PGRI harus menjadi rumah besar yang menghangatkan,”ujarmya.
Kedua, guru bermutu adalah jawaban untuk Indonesia Maju. Indonesia maju tidak akan tercapai tanpa guru bermutu. Dan guru bermutu lahir dari organisasi yang bermutu. Mutu bukan hanya soal sertifikasi. Mutu adalah integritas, etos kerja, dan kemampuan beradaptasi.
“Saya menantang kita semua, di KONKER 1 ini jangan hanya menyusun program seremonial. Susunlah program yang menjawab kebutuhan: Pelatihan Deep Learning, Pemanfaatan AI untuk Asesmen, Penguatan Pendidikan Karakter dan Perlindungan Profesi,”tutur Rizal.
Menurut Rizal, PGRI kini punya payung hukum yang kuat, Permendikdasmen Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Ini hadiah terindah menjelang HUT ke-81.
“Sehingga mulai hari ini, tidak ada lagi guru Ternate yang takut mengajar karena ancaman. PGRI akan berdiri paling depan,”tegasnya.
Ketiga, Indonesia maju dimulai dari Ternate. Ternate adalah kota bersejarah, kota Kesultanan yang pernah menjadi pusat peradaban dunia. Untuk menjadikan Indonesia Maju, Ternate harus maju lebih dulu. Dan Ternate hanya bisa maju jika gurunya bermutu dan sejahtera.
Rizal juga berharap semua cabang berpartisipasi aktif. Jadikan HUT ke-81 ini bukan hanya seremoni, tapi etalase bahwa guru Ternate itu bermutu, kompak, dan bermartabat.

Sementara itu, Wali Kota Ternate, Dr. H. M. Tauhid Soleman saat membuka Konfrensi Kerja menyampaikan, atas nama Pemerintah Kota Ternate, saya ucapkan selamat datang dan apresiasi kepada seluruh jajaran PGRI Kota Ternate yang terus menjaga komitmen, soliditas, dan pengabdian dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kota Ternate.
Menurutnya, konferensi kerja merupakan momentum penting bagi sebuah organisasi untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program, membangun konsolidasi, serta menyusun langkah dan program kerja ke depan.
“Karena itu, saya berharap konferensi ini tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk bertukar gagasan dan merumuskan langkah-langkah strategis dalam menjawab berbagai tantangan pendidikan,”harapnya.
Tauhid juga menekankan agar silaturahmi harus dimaknai sebagai kekuatan untuk membangun kebersamaan, mempererat komunikasi, dan memperkuat kolaborasi antara guru, PGRI, pemerintah, satuan pendidikan, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
“Guru memiliki posisi yang sangat strategis dalam menentukan kualitas sumber daya manusia (SDM). Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang begitu cepat, guru dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi, beradaptasi, berinovasi, serta tetap menjadi teladan bagi peserta didik,”tegasnya.
Pemerintah Kota Ternate, menyadari bahwa membangun pendidikan yang berkualitas tidak dapat dilakukan sendiri, harus dibutuhkan sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah dan seluruh insan pendidikan.
“Untuk itu, PGRI diharapkan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperjuangkan peningkatan kualitas guru sekaligus mendorong kemajuan pendidikan di Kota Ternate,”pungkasnya. (**)
Editor : Uku





