TERNATE, TERBITMALUT.COM — Pemerintah Kota Ternate melalui Tim Penanggulan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menggelar rapat bersama warga Kelurahan Sulamadaha, bertempat di gedung Serbaguna Sabtu, (10/10/2026).
Rapat tersebut dipimpin langsung Sekda Kota Ternate dan juga Ketua Posko Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Dr. H. Rizal Marsaoly didampingi Ketua DPRD, Rusdi A IM, Kadis Damkar, Kepala DLH, Kepala BPBD, Dirut Perumda Ake Gaale Ternate, Kadis PUPR, Kadis Diskomsandi, Kadis Pendidikan, Kadis Kesehatan, Kepala BPKAD, Kasatpol-PP, Camat Ternate Barat dan pihak TNI/Kepolisian.
Ketua LPM Kelurahan Sulamadaha, yang mewakili masyarakat meminta pemerintah kota agar lebih intens menangani kesehatan terhadap warga.
“Karena dampak kebakaran di TPA membuat kesehatan warga itu terganggu, baik ada yang pusing dan batuk,”ujarnya.
Ia juga meminta agar pemerintah melalui DLH agar bisa menggunakan sistem pengelolaan sampah di TPA yang lebih baik.
“Karena ketika sistem pengelolaan sampah di TPA baik dan modren, maka bisa menghasilkan prodak-prodak baru dari sampah dan bisa menjadi pendapatan ekonomi,”ungkapnya.
Ia juga menyampaikan, apresiasi kepada pemerintah kota atas penanganan kebakaran dengan cepat.
“Kami sampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim Penanggulan Bencana Kebakaran di TPA yang sudah bekerja keras untuk memadamkan api,”tambahnya.
Menanggapi itu, Sekda Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsaoly menyampaikan, keberadaan TPA sudah lama dan usianya 36 tahun.
“Sehingga pengelolaan TPA akan dikaji dan evaluasi. Jadi apakah TPA ini masih layak atau tidak. Maka, atas segala masukan menjadi catatan bagi kami,”tuturnya.

Menurut Rizal, pemerintah Kota Ternate tetap mengkaji dan menindaklanjuti sembilan poin tuntutan masyarakat terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Buku Deru-Deru.
“Yang pasti pemerintah daerah akan mengakomodasi tuntutan masyarakat karena penanganan dampak karhutla merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah,”terangnya kepada Terbitmalut.com usai rapat.
Lebih lanjut, kata Rizal, hari ini sudah memasuki hari kedelapan dan kita sudah bekerja sejak hari pertama. Dan beberapa tuntutan masyarakat telah ditindaklanjuti, namun sebagian lainnya masih membutuhkan proses dan tahapan penanganan.
Karena saat ini, upaya penanganan kebakaran terus dilakukan. Sementara itu, hasil pengukuran kualitas air dan udara telah tersedia dan direncanakan untuk dipublikasikan pada Senin mendatang.
“Untuk kerugian akibat dampak kebakaran ini akan kita ganti, baik hewan, tanaman sayuran, dan pohon kelapa. Dan saat ini juga sedang dilakukan pendataan. Proses ini memiliki tahapan yang harus dilalui, karena ada mekanismenya,”tegasnya.
Rizal menambahkan, Pemkot Ternate menghormati aspirasi masyarakat dan berkomitmen menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan. Yang pasti langkah penanganan tetap menjadi kewajiban pemerintah, meskipun tidak ada tuntutan dari masyarakat.
“Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir. Kita akan terus bekerja. Karena ini berkaitan dengan sampah dan gas metana, skema penanganannya berbeda dengan kebakaran pada umumnya. Karena itu, diperlukan pemetaan area,”cetusnya.
Kemudian, berdasarkan pemantauan di lapangan, sekitar 70 persen area terdampak telah tertangani. Namun, asap masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian dalam proses penanganan.
“Untuk masa tanggap darurat kebakaran, akan diperpanjang, jika masih ditemukan titik api di kawasan TPA Buku Deru-deru,”pungkasnya. (**)
Editor : Uku





