TERBITMALUT.COM — Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Khairun Ternate, menggelar kegiatan pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Pengolahan Dendeng Cumi yang melibatkan Kelompok UMKM Dafala Kota Ternate pada Rabu, 4 November 2025 lalu di kantor Kelurahan Togafo Kecamatan Ternate Barat.
Kegiatan ini diketuai oleh Yuyun Abubakar S.Pi.,M.Si dan Anggota Dr. Rugaya H.Sero-sero serta Pemandu acara Dr. Salim Abubakar S.P.,M.Si dan Dosen MSP dan Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Kegiatan pelatihan ini juga diikuti oleh Kelompok Binaan ‘’UMKM DAFALA’’ dan ibu-ibu nelayan di Kelurahan Togafo dengan jumlah peserta 20 orang.
Cumi-cumi (Loligo sp) merupakan salah satu sumber daya perikanan dari kelas Cephalopod yang memiliki nilai ekonomi penting. Kelas Cephalopod terdiri dari beberapa kelompok yang banyak dikonsumsi yaitu cumi-cumi, sotong, dan gurita. Cumi-cumi merupakan komoditas perikanan komersial penting yang banyak ditemukan di wilayah pesisir Asia Maluku Utara merupakan salah satu daerah potensial untuk penangkapan cumi-cumi di Kota Ternate (perairan Togafo dan sekitarnya). Tingkat pemanfaatan yang berbeda dari sumber daya ini dapat mempengaruhi kondisi stoknya di alam.
Berdasarkan hasil penelitian, hasil terbaik produk kerupuk cumi memiliki kandungan gizi tiap 100 gr yaitu protein 16,81 gr, lemak 1,58 gr, vitamin B 4,15 mg/100gr dan fosfor 98,50 mg/100 gr. Kandungan gizi daging cumi-cumi (Loligo Sp) per 100 gram yaitu: energi 75 Kkal, protein 16,1 gram, lemak 0,7 gram, dan karbohidrat 0,1 gram.
Daging cumi-cumi (Loligo sp) memiliki kelebihan air dibanding dengan hasil laut lain, tidak ada tulang belakang, mudah dicerna, memiliki rasa yang khas serta mengandung semua jenis asam amino yang diperlukan tubuh. Cumi-cumi segar akan lebih cepat membusuk dan tidak tahan lama tanpa mendapatkan perlakuan apapun.
“Oleh karena itu dilakukan upaya pengolahan cumi agar dapat dikonsumsi dalam jangka waktu lebih lama, salah satunya diolah menjadi kerupuk dengan tujuan untuk menambah nilai jual dan mencegah agar produk perikanan tidak mudah busuk Kelurahan Togafo adalah kelurahan yang di pesisir yang yang terdiri atas kelompok masyarakat yang heterogen,”ujar Ketua PKM, Yuyun Abubakar seperti rilis diterima Terbitmalut.com Rabu (31/12/2025).

Menurutnya, tujuan kegiatan PKM adalah memberikan tambahan pengetahuan kepada mitra tentang diversifikasi olahan sumberdaya perikanan, memperkenalkan metode pengolahan dendeng dari cumi sebagai bahan bakunya, melatih mitra cara mengolah cumi menjadi dendeng dan memfasilitasi peserta dengan alat dan bahan yang diperlukan dalam menghasilkan produk (dendeng) dengan menggunakan cumi.
Karena, kata Yuyun, masyarakatnya memiliki sumber mata pencaharian sebagai pegawai negeri, swasta, petani dan nelayan. Hasil tangkapan nelayan juga bervariasi, dan salah satu hasil tangkapan yang diperoleh adalah cumi. Potensi cumi-cumi yang ada di perairan Togafo dan sekitarnya hanya dimanfaatkan oleh masyarakat nelayan untuk dijual ke pasar dalam bentuk segar.
Hasil tangkapan nelayan ini juga berfluktuasi berdasarkan musim, sehingga pada musim puncak penangkapan jumlah hasil melimpah dan menyebabkan harga jual di pasaran menjadi rendah (murah). Maka dengan kegiatan pengabdian ini menggunakan kelompok ibu-ibu yang diberi nama Dafala sebagai mitra.
“Kelompok ini sebelumnya telah memiliki keterampilan dalam melakukan pengolahan beberapa hasil perikanan seperti ikan dan hasil pertanian seperti sirup Pala dan selai pala. Dengan pengalaman mengolah ikan dan pala tersebut maka ibu-ibu kelompok Dafala dijadikan atau dipilih sebagai mitra dalam kegiatan pengabdian ini,”jelasnya.

Melalui kegiatan ini, lanjutnya, dapat meningkatkan keterampilan mitra dalam mengolah produk hasil perikanan dan menjadi sumber pendapatan baru bagi anggota kelompok. Keunggulan kegiatan pemberdayaan masyarakat ini adalah menggerakkan partisipasi aktif masyarakat (kelompok mitra) diawali dengan penjelasan tentang potensi sumberdaya yang dimiliki dan peluang pengembangan diversifikasi olahan untuk meningkatkan pendapatan kelompok mitra.
“Sehingga dengan produk yang ditawarkan sangat sederhana pengerjaannya, maka diharapkan mitra dapat mengolahnya dengan baik pasca kegiatan pengabdian ini,”terangnya.
Yuyun menambahkan, diversifikasi olahan merupakan masalah mitra yang digunakan. Belum banyak pengetahuan yang dimiliki untuk mengolah berbagai sumberdaya perikanan yang menjadi hasil tangkapan nelayan di lingkungannya maupun hasil perikanan di Kota Ternate. Banyaknya sumberdaya perikanan khususnya non ikan yang ada di Maluku Utara memberikan peluang untuk dibuat inovasinya. Salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam pengabdian ini adalah pembuatan kerupuk dari cumi.
“Untuk mengatasi masalah tersebut, diversifikasi produk dapat dilakukan sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan adalah membuat inovasi olahan cumi menjadi kerupuk sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi bagi nelayan. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan memberdayakan kelompok ibu-ibu Dafala untuk mengolah produk dendeng cumi yang berasal dari hasil tangkapan nelayan di daerahnya,”ungkapnya.
Dosen MSP itu juga menjelaskan masalah utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya pengetahuan masyarakat tentang pengolahan cumi sebagai kerupuk.
“Mitra hanya mengetahui cara masak cumi hasil tangkapan nelayan. Untuk meningkatkan peluang bisnis dari cumi bagi masyarakat yang belum diketahui,”tandasnya.
Sementara itu, Lurah Togafo, Rustam Dawala turut berharap atas kegiatan pelatihan ini agar dapat menambah pengetahuan dan keterampilan masyarakat serta meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Harapan kami semoga dengan ada kegiatan pengolahan dendeng cumi bisa memotivasi dan semangat masyarakat dalam mengelola sumberdaya non ikan ini. Karena ini sangat terbantu untuk masyarakat kami. Maka dengan inovasi produk ini dan berharap masyarakat bisa melanjutkan pengolahan produk ini agar bisa mendapat bantuan dari pemerintah daerah maupun pusat,”harapnya.
Endang Ismanto dan Andriani Kadir adalah 2 peserta dari perwakilan masing-masing kelompok pelatihan yang mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan pelatihan pengolahan dendeng cumi. Sebagai peserta mereka berdua tidak kesulitan mengikuti materi maupun demonstrasi yang dilakukan oleh pemateri. Bagi mereka pelatihan ini sangat bermanfaat bagi mereka kelompok UMKM dan ibu nelayan karena menambah wawasan dan pengetahuan mereka. (**)
Editor : Uku






