JAILOLO, TERBITMALUT.COM — Penanganan Banjir di Wilayah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) terus dilakukan pemerintah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Utara).
Wakil Bupati Halmahera Barat, Jufri Muhamad mengatakan, di hari ketiga pasca Banjir di Halmahera Barat, masih menjadi kendala pada akses penghubung ke lokasi banjir. Misalnya di Kecamatan Loloda itu belum bisa diakses melalui darat, karena ada jembatan yang rusak di dua titik sekitar desa Tase.
“Sementara desa-desa yang terdampak banjir itu, hari ini baru bisa diakses. Itu pun harus melalui laut,”ujarnya saat dihubungi Terbitmalut.com melalui telepon Kamis, (8/1/2025).
Penyaluran Logistik
Menuru Wabup, dari dinas Sosial Maluku Utara dan BPBD Halmahera Barat juga menunggu surat tanggap darurat dari Bupati. Dan alhamdulillah, surat itu sudah keluar. Maka kemungkinan distribusi logistik ke lokasi terdampak mulai masuk, baik di Kecamatan Ibu, Kecamatan Loloda, Kecamatan Tabaru dan Kecamatan Sahu.
Sehingga, kita pastikan penyaluran Logistik akan tetap ada, karena dari Kabupaten bantuan logistinya sudah masuk. Bantuan Logistik dari Pemprov juga sudah masuk di Kecamatan Ibu kemarin sore.
“Dan hari ini Kamis, 8 Januari 2026 ada juga bantuan logistik dari kabupaten dan pemerintah provinsi juga yang akan masuk di Kecamatan Ibu untuk diperuntukan kepada seluruh pengungsi bencana banjir,”ungkapnya kepada Terbitmalut.com.
Pihaknya juga akan mengupayakan agar disediakan dapur umum untuk warga di Desa Tongute Ternate, Tongute Ternate Asal dan Gamlamo, Kecamatan Ibu.
Karena kata Wabup, ada banyak desa yang terdampak bencana banjir. Namun, desa yang parah itu ada di Kecamatan Ibu, yakni Desa Tongute Ternate, Tongute Ternate Asal dan Gamlamo.
“Sekitar 80 persen, rumah warga dan fasilitas umum terendam air. Tapi, alhamdulilah airnya sudah surut,”jelasnya.
Wabup juga menjelaskan bahwa di desa Tongute Ternate, Tongute Ternate Asal dan Gamlamo itu ribuan warga mengungsi. Kemudian, ada juga Wilayah Pesisir Kecamatan Sahu, tepatnya di Desa Gororo dan Sasur itu ada yang mengungsi di rumah-rumah ibadah dan sementara warga lainnya masih bertahan di rumah mereka.
“Selain itu ada juga desa yang mengalami Abrasi pantai seperti di Desa Sidangoli Gam, Kecamatan Jailolo Selatan. Dan Desa Gororo di Kecamatan Sahu,”terangnya.
Penanganan Fasilitas Umum dan Rumah Warga
Dengan adanya surat tanggap darurat itu sudah ada, Gubernur Maluku Utara juga telah merespon dan lagi menunggu data dari BPBD Halbar untuk dilakukan penanganan lebih kanjut.
“Karena ada rumah warga yang rusak berat, ringan dan sedang. Termasuk fasilitas umum lainnya yang rusak seperti jembatan dan jalan yang rusak itu juga banyak. Kita juga fokus pada penanganan aksesnya yakni perbaikan jalan dan jembatan,”pungkasnya. (**)
Editor : Uku





