ads
ads

LABUHA, TERBITMALUT.COM — Kerukunan Keluarga Gorontalo Bacan (KKGB) Halsel Melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Adat Gorontalo di kompleks Gorontalo kota Labuha Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, pada Minggu (23/10/2023).

Peletakan batu pertama Rumah Adat Gorontalo itu, diawali terlebih dahulu dengan ritual berdoa dan bersyukur dan dilanjutkan ke peletakan batu pertama, yang dilakukan secara simbolis oleh salah satu Jogugu Kesultanan Bacan, Mochdar Salim Gani Arif dan Ketua KKGB Halsel, Hi Bahri Hamisi.

Menurut Jogugu Kesultanan Bacan, Mochdar Salim Gani Arif, Pembangunan Rumah Adat Gorontalo yang dibangun tentunya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan sosial budaya bagi masyarakat, dan juga sebagai pusat pelestarian.

“Prinsip Kesultanan Bacan selalu mendukung setiap etnis/paguyuban yang ingin membangun rumah adatnya. Hal ini tentu memperkuat budaya Saruma yang diwariskan secara turun temurun oleh leluhur negeri ini. Khususnya keluarga Gorontalo ada hubungan sejarah dengan Kesultanan Bacan,”katanya kepada Terbitmalut.com saat dikonfirmasi Minggu (23/10/2023).

Mochdar juga menambahkan, pada tahun 1880 Sultan Bacan mendatangkan mereka (Keluarga Gorontalo) dari Kota Gorontalo guna mendukung usaha perkebunan Kesultanan Bacan. Dan sebagai apresiasi atas dukungan usaha perkebunan. Sultan Bacan memberikan tanah kepada keluarga Gorontalo di Amasing Goro (sekarang Desa Amasing kali).

Sementara itu, Ketua Kerukunan Keluarga Gorontalo Bacan (KKGB) Halsel, Hi Bahri Hamisi menyampaikan, rasa terima kasihnya terhadap Kesultanan Bacan serta atas kesediaan peletakan batu pertama oleh ompu jogugu Hi Mochdar Salim Gani Arif SH.

“Kami Kerukunan Keluarga Gorontalo Bacan sangat berterima kasih kepada Kesultanan Bacan, dan atas kesedian ompu jogugu Hi Mochdar Salim Gani Arif untuk peletakan batu pertama pembangunan rumah adat Gorontalo,”ucapnya.

Dikatakan Hi Bahri, pembangunan rumah adat ini Insya Allah, bermanfaat juga bagi keluarga besar gorontalo dan masyarakat halsel, dan dengan adanya rumah adat ini semakin mempererat hubungan tali silaturahmi keluarga yang baik.

“Serta menampilkan adat istiadat kita di bawah naungan Kesultanan Bacan, serta bersama-sama saling membantu pemerintahan daerah di Kabupaten Halmahera Selatan,”tambah Hi Bahri.

Rumah Adat Gorontalo, ini diharapkan akan berperan penting dalam mengembangkan solidaritas sosial suku dan budaya dan mengembangkan seni dan tradisi.

“Rumah Adat ini juga diharapkan memiliki filosofi mengedepankan musyawarah mufakat, kesetaraan, kejujuran, dan kesetiaan, yang hingga kini, filosofi-filosofi tersebut masih menjadi panutan dan pedoman hidup bagi Keluarga Gorontalo dan juga Kesultanan Bacan,” pungkasnya. (**)

Penulis : Zrikun

Editor : Sukur 

Bagikan: