WEDA, TERBITMALUT.COM —- Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) terus mempertegas komitmennya dalam mencetak generasi masa depan yang sehat, unggul, dan berkualitas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelaporan Web Monitoring Stunting Aksi Bangda Tahun 2026 yang digelar di Weda, Senin (18/5/2026).
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Asisten I Setda Halmahera Tengah, Dr. Lasamida Kurupunda, yang mewakili Bupati Halteng. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Halmahera Tengah, perwakilan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Kepala Bidang Bapperida, para camat, serta operator data stunting se-Kabupaten Halteng.
Asisten I mengatkan, stunting bukan hanya mengenai pertumbuhan fisik anak yang terhambat, namun juga berkaitan erat dengan perkembangan otak yang kurang maksimal. Karena, kemampuan mental dan belajar anak bisa berada di bawah rata-rata.
“Bahkan dari sisi ekonomi, stunting dan kekurangan gizi pada balita berkontribusi pada berkurangnya 2 hingga 3 persen Produk Domestik Bruto (PDB) setiap tahunnya,”ungkap lasamida saat membacakan sambutan tertulis Bupati.
Ia menjelaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan kerja bersama lintas sektor, baik melalui intervensi spesifik dari sektor kesehatan maupun intervensi sensitif dari sektor non-kesehatan. “Fokus utama pencegahan berada pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun,”jelasnya.
Menurutnya, keberhasilan penanganan stunting justru banyak ditentukan oleh sektor non-kesehatan dengan kontribusi mencapai 70 persen, terutama dalam aspek penyediaan sanitasi, akses air bersih, ketahanan pangan, edukasi keluarga, hingga penyajian data yang valid dan terintegrasi.
“Maka melalui Bimtek Web Monitoring Stunting Aksi Bangda ini, kita memperkuat kapasitas SDM, khususnya para operator data. Data yang akurat akan memastikan program berjalan tepat sasaran, efektif, dan efisien,”terangnya.
Selain itu, pentingnya peran operator data sebagai garda terdepan dalam penyajian informasi yang valid. Data yang akurat menjadi fondasi utama dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program percepatan penurunan stunting di daerah.
Ia menyampaikan, bahwa Bupati mengatkan ada empat hal penting kepada seluruh peserta bimtek, yakni mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, memahami tata kelola data pada sistem web monitoring Aksi Bangda, menjadikan data sebagai dasar pengambilan kebijakan, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam penanganan stunting.
“Keberhasilan penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Harus ada koordinasi, sinergi, dan komitmen bersama, agar target penurunan stunting dapat tercapai secara maksimal,”tandas Asisten I.
Melalui kegiatan ini pemda Halmahera Tengah berharap seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan semakin solid, responsif, dan profesional dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting demi mewujudkan Halmahera Tengah yang sehat, maju, dan bebas stunting. (Dewa)
Editor : Redaksi





