WEDA, TERBITMALUT.COM — Putra Sian Arimawa Resmi terpilih sebagai Ketua Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) Kabupaten Halmahera Tengah. Ia turut mengajak seluruh kaum intelektual Kristen di daerah untuk bergabung dan bersama-sama menyumbangkan gagasan bagi pembangunan Bumi Fagogoru.
Penetapan kepemimpinan tersebut berlangsung dalam agenda konsolidasi dan Konferensi Cabang (Konfercab) PIKI Kabupaten Halmahera Tengah di Weda, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini dihadiri sekitar 49 peserta yang terdiri atas pimpinan gereja dari berbagai denominasi, praktisi, serta kalangan intelektual Kristen.
Dalam forum tersebut, Elfia Yosina Eteua ditetapkan sebagai Sekretaris PIKI Kabupaten Halmahera Tengah.
Ketua terpilih, Putra Sian Arimawa dalam pidato perdanya mengatakan, pembentukan PIKI menjadi momentum penting untuk menghimpun potensi sumber daya manusia (SDM) Kristen agar dapat mengambil bagian dalam berbagai sektor pembangunan daerah.
Menurutnya, PIKI tidak boleh hanya menjadi wadah berhimpun, tetapi harus mampu melahirkan gagasan konstruktif, memperkuat kolaborasi, dan berkontribusi dalam menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.
Anggota DPRD Fraksi Hanura itu juga menegaskan, organisasi ini harus hadir melalui pemikiran dan kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat Halmahera Tengah.
“Maka seluruh intelektual Kristen, baik dari kalangan akademisi, praktisi, profesional maupun berbagai latar belakang keahlian lainnya, untuk bergabung dan berpartisipasi aktif dalam PIKI,”tegasnya.
Menurut Putra, keterlibatan berbagai elemen intelektual sangat dibutuhkan untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memperkaya gagasan dalam mendorong kemajuan daerah.
Sehingga, ia berharap PIKI dapat menjadi ruang bersama untuk bertukar pikiran, membangun solidaritas, serta merumuskan kontribusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“PIKI harus menjadi rumah bersama bagi kaum intelektual Kristen untuk menyatukan gagasan, memperkuat kebersamaan, dan mengambil bagian dalam pembangunan Halmahera Tengah,”harapnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan, bahwa kehadiran PIKI di Bumi Fagogoru harus dibangun di atas semangat pengabdian, kepedulian sosial, dan keterbukaan terhadap kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat.
Baginya, potensi intelektual yang dimiliki daerah merupakan sumber daya penting yang perlu dihimpun dan dikembangkan agar dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan terbentuknya kepengurusan awal, PIKI Halmahera Tengah diharapkan mampu memperkuat konsolidasi internal serta membangun sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai pihak lainnya.
“Ke depan, kepengurusan yang baru terbentuk akan dihadapkan pada tantangan untuk menerjemahkan semangat konsolidasi menjadi program kerja yang terarah, terukur, dan berkelanjutan,”jelasmya.
Putra menambahkan, melalui keterlibatan aktif seluruh intelektual Kristen, PIKI Halmahera Tengah dapat berkembang menjadi organisasi yang tidak hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga mampu menghadirkan pemikiran dan pengabdian nyata bagi kemajuan Bumi Fagogoru. (Dewa)
Editor : TM





