ads
ads
ads
ads

TOBELO, TERBITMALUT.COM — Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Tobelo, Halmahera Utara menyebutkan pemerintah daerah masih banyak belum menyelesaikan problem di Halmahera Utara.

“Seperti banyak hak-hak pegawai PNS, Satpol-PP, Cleaning service, TKD Kesehatan, dan Siltap Pemerintah desa di 196 Desa, 17 Kecamatan ini, belum juga dibayarkan,”ujarnya Ketua GMKI, Rivaldo Djini Kamis, (30/5/2024).

Yang pasti, kata Rivaldo juga, semua masyarakat dan pemerintah tahu kondisi keuangan Halmahera Utara, saat ini seperti apa. Karena, Halut sementara defisit dan memiliki banyak hutang di pihak-pihak tertentu dan itu ujung periode ke 2 pemerintah FM-MANTAP.

Maka yang seharusnya, lanjutnya, Pemda harus Bijak dalam mengatur sistem terkait hal yang perlu menjadi prioritas dalam daerah. Jangan membuat keputusan yang bahkan tidak menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan malahan pengeluaran yang cukup besar jika di bilang, dan itu tidak mengarah pada sasaran masyarakat yang bisa mendorong percepatan peredaran mata uang di kabupaten Halmahera Utara.

Menurutnya, jika dengan kondisi keuangan seperti ini, malah Pemda bertahan untuk tetap melakukan Kongsr dengan mendatangkan artis-artis, maka ini sangatlah bertentangan dengan substansi dari pada upaya untuk mendorong kemajuan di Halut.

“Jika ini hiburan yang dibutuhkan Bupati-Wakil untuk menghibur diri, maka saya katakan itu salah. Dari awal jika sistem pemerintahan yang baik dan sasarannya pada pembangunan Infrastruktur dan manusia, maka dengan sendiri bisa menghibur karena tingkat kepuasan dan kesejahteraan masyarakat bisa berada di atas rata-rata,”ungkapnya.

“Olehnya itu GMKI Tobelo bersikap keras untuk menolak, dan akan melaksanakan aksi pada besok Jumat, (31/5/2024) di Kawasan Kantor Bupati untuk menyampaikan pesan duka cita ini kepala Frans Manery, dan Muchlis sebagai Bupati dan Wakil Bupati Halut agar mereka bisa sadar,”tegasnya mengakhiri. (**)

Penulis : Nawir

Editor : Sukur

Bagikan: