TERNATE, TERBITMALUT.COM — Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman secara resmi membuka kegiatan Ternate Gastronomy Festival 2025 yang bertempat di Kawasan Benteng Oranje Ternate, Selasa (23/12/2025).
Pembukaan Gastronomy Festival, Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman juga didampingi Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar dan Sekda Kota Ternate, Rizal Marsaoly.
Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman dalam sambutannya menyampaikan, Gastronomy Festival ini menegaskan kembali identitas lokal Kota Ternate, yang saat ini sudah diperkuat dengan City Branding Ternate sebagai Kota Rempah.
Kata Tauhid, di awal tahun 2026, akan mendaratkan sebuah buku yang ditulis oleh Lemhanas yakni Mendaratkan Asta Cita di Kota Rempah, yang menceritakan keunggulan Kota Ternate secara kuat dengan dengan identitas Kota Rempah.
“Kita ingin Ternate ini menjadi Kota dengan identitasnya tersendiri yang menghidupkan masyarakat Kota Ternate, dan daerah ini sendiri melalui kegiatan kreatif dari Komunitas lokal yang ada. Walaupun, daerah ini tidak memiliki tambang Nikel maupun emas seperti di Kabupaten Kota lainya. Namun, punya keunggulan yang tidak ada di Kabupaten Kota yang lain di Maluku Utara,”ujarnya.
Maka, Ternate tidak hanya diakui sebagai Kota Rempah melainkan kota Gastronomi. Ini juga menjadi tantangan kita tersendiri bagi Pemerintah Kota dan Para Komunitas Kreatif.
“Sehingga, dengan kesempatan Rapat Kerja Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Ternate pada tahun 2026, maka ini akan kita perkuat Ternate sebagai kota Gastronomi utama yang ada di Indonesia bagian Timur,”ungkapnya.

Sementara itu, Pembina Komunitas Kota Ternate dan juga sebagai Sekda Kota Ternate, Rizal Marsaoly menyampaikan, festival tahun ini lahir dari proses kurasi sejumlah event yang diinisiasi komunitas lokal sejak 2024 melalui inkubator yang difasilitasi Pemkot.
“Festival Gastronomi ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam memperkuat city branding sebagai Kota Rempah,”ungkapnya.
Selama tahun 2025, kata Rizal, terdapat tiga event utama yang tersebar di tiga kecamatan, yakni di Kecamatan Ternate Selatan digelar “Pesta di Selatan” dengan unggulan papeda instan yang berlangsung lima hari.
Di Ternate Tengah diadakan “Pesta Gastronomi” yang menampilkan racikan kuliner berbasis rempah asli. Sementara di Ternate Utara dilaksanakan “Glowing Padaka” yang mengangkat pemanfaatan rempah dalam produk kecantikan, jamu, dan perawatan kesehatan, difasilitasi komunitas Ake Gaale.
“Tujuan akhirnya adalah membangun ekosistem Kota Rempah yang berkelanjutan, sesuai dengan roadmap atau peta jalan yang sedang disusun,”ungkapnya.
Melalui rangkaian festival tersebut, Pemkot ingin memastikan rempah menjadi bahan baku utama di berbagai sektor masyarakat, mulai dari kuliner, kosmetik, pengobatan, hingga industri rumah tangga.
“Ke depan, diharapkan sinergi antara komunitas, UMKM, dan pemerintah agar tetap terjaga, sehingga program ini berjalan konsisten setiap tahun dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga,”pungkasnya. (**)
Editor : Uku





