ads

TERNATE, TERBITMALUT.COM — Direktur Utama Perumda Ake Gaale Ternate, Firman Mudaffar Sjah secara langsung menemui massa aksi dari Gerakan Mahasiswa Pemerhati Sosial (GAMHAS) Maluku Utara, yang menggelar demonstrasi terkait krisis air bersih di Kota Ternate, yang bertempat di Kantor Wali Kota Ternate, Selasa (6/10/2026).

Dalam tuntutan aksi, GAMHAS meminta agar pemerintah Kota Ternate melalui Perumda Ake Gaale untuk mengaktifkan bank penampung air di Kelurahan Foramadiahi, Distribusi Air Bersih di RT 08 Kelurahan Tubo, selesaikan masalah air bersih di RT 017 Kelurahan Tabona Puncak dan Kelurahan Sasa Puncak RT 01. Selain itu, mereka juga meminta agar wali kota bisa mengevaluasi kinerja Dirut Perumda Ake Gaale.

Usai melakukan hearing terbuka dengan massa aksi, Direktur Utama Perumda Ake Gaale Ternate, Firman Mudaffar Sjah menyampaikan, terima kasih kepada teman-teman Gerakan Mahasiswa Pemerhati Sosial (GAMHAS) Maluku Utara yang telah melakukan aksi persoalan air bersih.

GAMHAS saat melakukan Aksi Demonstrasi terkait masalah air bersih di depan Kantor Wali Kota Ternate, Selasa, (6/10/2026). Dok. Terbitmalut.com

Menurutnya, penyampaian aspirasi ini bagian dari kontrol publik terhadap kinerja-kinerja Perumda Ake Gaale Ternate. Untuk persoalan air di kelurahan Foramadiahi, ada satu bak penampung air belum difungsikan.

“Bahkan saya sudah turun cek ke lokasi. Jadi tinggal kita memanfaatkan atau memfungsikan kembali bak penampung air. Namun, kita harus menyediakan pipa atau jaringan air, termasuk pompa dan panel listrik,”ujarnya kepada terbitmalut.com bersama sejumlah media lainnya.

Kemudian, di RT 08 Kelurahan Tubo, kata Firman memang jaringan air bersih belum sampai ke situ. Namun, saat ini kami bersama PUPR sudah bekerja sama, dan kemarin kita sudah membahas dengan konsultan.

“Perumda Ake Gaale juga akan menambah satu sumur bor di daerah tubo untuk menjawab keluhan air yang selama ini disampaikan oleh masyarakat,”ungkapnya.

Sementara di daerah ketinggian seperti Sasa puncak, Tabona, Jan, Maliaro, Tongole dan Marikurubu sampai saat ini masih bergiliran air bersih. Karena di wilayah itu ada 4-5 hari sekali jalan airnya.

“Ini menjadi komitmen Perumda Ake Gaale untuk terus berupaya menyelesaikan berbagai masalah air bersih di Kota Ternate,”tegasnya.

Firman menambahkan bahwa, kami bersyukur, walaupun ada kemarau sudah berlangsung 3-4 bulan, tapi air kita masih tetap berjalan aman.

Saat ini, lanjutnya, kita lagi melakukan penggalian satu sumur bor juga di daerah Kelurahan Ubo-ubo untuk membantu menyuplai air di danau ngade. Karena dengan adanya Kemarau ini, air danau ngade itu sudah mulai berkurang.

“Semoga saja dalam bulan ini, air bisa kita dapat dari sumur bor di Kelurahan Ubo-ubo,”harapnya. (**)

Editor : Uku

Bagikan: