ads
ads
ads
ads

TERNATE, TERBITMALUT.COM — Dalam rangka optimalisasi program prioritas penanganan sampah di Kota Ternate, sesuai dengan tahapan perencanaan RPJMD Kota Ternate tahun 2021-2026,

Bappelitbangda Kota Ternate menggelar Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Pengelolaan Sampah Berbasis Partisipatif Masyarakat yang berlangsung di auditorium Bappelitbangda Kota Ternate Selasa, (28/11/2023).

Sosialisasi dan Bimtek dengan menggandeng KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) 3R (Reuse, Reduce, Recycle) Mulyoagung Bersatu, Desa Mulyoagung Kabupaten Malang yang telah berhasil menangani dan mengelola sampah dengan pola 3R dengan memberdayakan masyarakat.

Sosialisasi tersebut dibuka secara langsung oleh Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Dr. Rizal Marsaoly, dengan narasumber Ketua KSM TPST 3R Mulyoagung Bersatu, Supadi dan Wakil Ketua, Nugraha Wijayanto.

Kepala Bappelitbangda, Dr. Rizal Marsaoly mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Hajat (Hari Jadi Ternate) Ke-773 tahun 2023 sesuai dengan instruksi Wali Kota Ternate, bahwa perayaan HAJAT tahun ini difokuskan pada kegiatan sosial dan kebersihan, termasuk optimalisasi program pemerintah terkait pengelolaan sampah berbasis partisipatif masyarakat.

Menurut Rizal, sejauh ini pemerintah Kota Ternate sudah melakukan banyak hal dalam menangani masalah sampah. Dan di Tahun ini, sudah ada kurang lebih 150 lebih armada viar sampah.

“Jumlah tersebut lebih meningkat dibandingkan 2 tahun sebelumnya. Hal ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Ternate dalam menangani masalah sampah, yang ada di Kota Ternate,”kata Rizal.

Kepala Bappelitbangda juga menjelaskan, bahwa saat ini kita perlu memperkuat pola angkut di tingkat RT hingga ke TPS 3R sampai ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dan armada, perangkat, BBM maupun stakeholder lainnya sudah siap, tetapi kita membutuhkan roadmap (peta jalan) yang bertujuan untuk strategi yang lebih terarah dan terpadu.

“Maka hari ini kami datangkan tim TPST 3R Mulyoagung Bersatu Kabupaten Malang, sebagai bentuk keseriusan Pemerintah dalam menghadapi persoalan sampah. Dengan adanya Tim TPST 3R Mulyoagung Bersatu Kabupaten Malang ini hadir untuk memperkuat program terkait penanganan sampah yang sudah dan sedang Pemerintah Kota upayakan”,tutur Rizal.

Kegiatan ini, lanjut Kepala Bappelitbangda, sebenarnya juga sebagai bentuk evaluasi terkait pengaruh bertambahnya armada viar terhadap volume sampah. Karena, diharapkan dengan adanya evaluasi yang dibarengi pendampingan dari Tim TPST 3R Mulyoagung Bersatu Kabupaten Malang, setidaknya ada pembaruan-pembaruan dan perkembangan-perkembangan yang bisa kita lihat secara nyata di lapangan.

“Selain itu, pihak yang diberi tanggung jawab juga, harus dievaluasi kinerjanya. Untuk itu, Saya berharap bahwa intensitas kontrol kepala kelurahan sangat diperlukan dalam memperhatikan operator yang ada di lapangan. Baik dari hulu sampai ke hilir, dan harus dibarengi sinergi yang lebih terukur,”harapnya.

Tidak hanya itu, mantan Kadis Pariwisata itu, berharap penuh kepada para lurah, agar punya peran penting di tingkat kelurahan, bahkan juga adanya Lurah harus komitmen untuk mengatur waktu pemuatan sampah.

“Kami juga akan melibatkan RT/RW untuk terjun langsung memerangi masalah sampah. Sehingga masyarakat yang memberikan retribusi sampah, punya korelasi baik dengan pelayanan yang diberikan. Nantinya persoalan retribusi dan pola angkut ini akan dibuat sebagai regulasi dalam Peraturan Wali Kota,”ungkapnya.

Sementara itu, Ketua KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) TPST 3R Mulyoagung Bersatu, Supadi menyampaikan, bahwa kehadirannya di Kota Ternate untuk membantu pemberdayaan masyarakat khususnya tentang penanganan sampah di Kota Ternate.

Sehingga, menurut Supadi, dengan komitmen Pemerintah Kota Ternate yang sudah menyiapkan sarana dan prasarana untuk pengelolaan sampah, menuju Kota Terbersih, maka hal yang paling berat adalah merubah perilaku masyarakat itu sendiri.

“Yang paling sulit adalah merubah perilaku masyarakat untuk mempertanggungjawabkan sampah khususnya limbah sampah, yang seharusnya bisa selesai di sumbernya. Oleh karena itu, harus ada kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah hingga nantinya muncul komitmen untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan berupa sampah,”ungkapnya.

Supadi pun menekankan, agar komitmen dari para lurah untuk bisa mengawali, menciptakan, dan mempertanggungjawabkan sampah selesai di sumbernya, dan itu sudah sesuai UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

“Sesuai UU Nomor 18 Tahun 2008 tugas tentang sampah dibagi dua yakni tugas masyarakat untuk mengurangi sampah dan tugas pemerintah daerah adalah penanganan sampah, apa yang ditangani? yaitu residu sampah yang akhirnya dibawa ke TPA untuk pemrosesan akhir sampah,”jelasnya.

Ia menambahkan, di Kota Ternate, Ketua TP PKK Kota Ternate telah menjadi penggerak bank sampah, jadi pengurangan di sumbernya melalui bank sampah dengan metode TPST 3R (Reuse, Reduce, Recycle) telah dilakukan demi mengurangi sampah.

“Insha Allah Kota Ternate bisa menjadi Kota terbersih, karena komitmen Wali Kota sangat luar biasa, Saya telah mengunjungi berbagai kota di Indonesia, dan baru Pemerintah Kota Ternate lah yang memiliki komitmen yang kuat dalam pengelolaan sampah termasuk menyediakan armada, hingga bahan bakar sampai dengan gaji para satgas pun telah disediakan oleh Pemerintah Kota Ternate melalui APBD,”tambahnya.

Perlu diketahui juga, kegiatan tersebut diikuti oleh Camat Ternate Selatan Anang Irianto, Ketua TP PKK Kecamatan Ternate Selatan, para Lurah se-Kecamatan Ternate Selatan, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup serta para operator armada sampah.

Sosialisasi juga akan dilakukan di hari Rabu (29/11/2023) dan akan diikuti oleh Kecamatan Ternate Utara dan Kecamatan Ternate Tengah di tempat yang sama di Auditorium Bappelitbangda Kota Ternate. (**)

Penulis : Sukur 

Bagikan: