TERNATE, TERBITMALUT.COM — Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara menggelar Rapat Satu Data Ternate untuk memperkuat Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang telah dirancang, bertempat di Auditorium Bappelitbangda Kota Ternate, Selasa (16/12/2025).
Rapat tersebut dipimpin Langsung Sekda Kota Ternate, Rizal Marsaoly dan dihadiri Sejumlah OPD dan Tenaga Ahli Pemerintah Kota Ternate Bidang IT, Arifandy Mario Mamonto.
Usai rapat, Rizal menyampaikan, sebagaimana Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP) KPK 2025 yang sudah kita rilis dengan update data, sehingga Kota Ternate tinggal mengupdate data-data yang menjadi satu ketentuan.
Maka dalam capaian Zona Hijau Kota Ternate di delapan area intervensi KPK itu, kita tidak bisa puas dengan hasil itu. Karena, kita ingin mempertahankan Ternate Zona Hijau dalam penilaian KPK di setiap tahun, sehingga membutuhkan satu data yang terukur, terintegrasi dan bertanggung jawab.
“Karena Satu Data Ternate atau SPBE ini merupakan data pendukung dalam penilaian MCSP KPK, harus dibutuhkan kerjasama, konsolidasi dari setiap OPD. Dan semua OPD telah difasilitasi website yang sudah dibuat oleh Diskomsandi dan dipergunakan sebagai kantor Digital,”ujarnya.

Kata Rizal, semua data-data itu harus terinput dalam website masing-masing OPD, dan juga melalui aplikasi PALA, yang akan diintegrasikan ke dalam satu data yang kini lagi dibuat oleh Diskomsandi.
“Satu Data TernTs ini akan kita launching di tanggal 29 Desember 2025 dalam rangkaian momentum HAJAT ke-775. Namun, sebelum itu, saya juga akan melihat sejauh mana OPD yang sudah menginput data, dan OPD mana yang belum input data. Ini juga bagian dari penilaian setiap OPD secara struktural, bukan personal,”tegasnya.
Sekda juga menambahkan, untuk Dukcapil mereka sudah menginput data jumlah penduduk di setiap Kecamatan ke dalam satu data atau website yang bersifat real time. Dan sejauh ini, yang kita lihat data di OPD ni kan masih sendiri-sendiri.
“Sehingga dengan adanya Satu Data Ternate ini akan dijadikan dalam satu data atau sistem dari setiap OPD. Ini juga akan terintegrasi secara baik ketik dalam perumusan perencanaan kebijakan ataupun pengambilan keputusan,”ungkapnya.
Lebih lanjut, Rizal menyampaikan, dengan adanya SPBE ini, maka semua pelayanan pemerintah yang terlalu panjang dan berbelit-belit itu akan menjadi pendek, semua pelayanan pemerintah yang sering dikeluhkan masyarakat, akan dilakukan dengan prima.
“Maka dengan adanya Satu Data Ternate dalam Program SPBE ini akan mempermudah masyarakat untuk mengakses data-data yang dibutuhkan baik data penelitian, perencanaan, publikasi dan promosi,”terangnya. (**)
Editor : Uku





