ads

TERNATE, TERBITMALUT.COM — Pemerintah Kota Ternate melalui Tim Penanggulangan Bencana menetapkan mengakhiri status tanggap darurat bencana 14 hari dan menetapkan kembali masa status transisi darurat menuju masa pemulihan kurang lebih 60 hari, dan berlaku besok pada Kamis, 16 April besok hingga 14 Juni 2026.

Hal tersebut dibahas dalam rapat bersama yang dipimpin oleh Sekda Kota Ternate, H. Rizal Marsaoly Rabu, (15/4/2026) setelah mendapatkan laporan dari rapat resmi yang juga digelar pagi tadi di posko lapangan di kantor camat pulau Batang Dua yang telah mereport kondisi terakhir masa tanggap darurat selama 14 hari yang ditetapkan dimulai pada tanggal 2-15 April hari ini berakhir.

“Maka hari ini juga, status masa tanggap darurat diakhiri dan kita masuk pada masa status transisi darurat menuju masa pemulihan kurang lebih 60 hari, dan berlaku besok Kamis, 16 April hingga 14 Juni 2026,”ujarnya.

Menurut Ketua Tanggap Darurat, bahwa  ada masa rehab konstruksi ini ada berbagai macam fasilitas yang rusak di batang dua, baik rumah warga, bangunan sekolah, rumah ibadah.

“Dan di masa rekonstruksi ini tugas kita selanjutnya adalah kita membersihkan puing-puing dan bagunan yang rusak akan segera difasilitasi untuk dibangun, melalui SK perpanjangan. Sehingga gubernur juga meminta untuk masa perpanjangan, akan menjadi dasar untuk diajukan ke Kementerian Perumahan Rakyat untuk bisa memfasilitasi pembangunan 263 bangunan yang rusak akibat gempa bumi,”ungkapnya.

Kata Rizal juga, sesuai laporan pagi tadi dari posko induk, untuk Kelurahan Bido dan Lelewi warganya sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Terkecuali warga bido dan lelewi yang rumahnya rusak masing menempati tenda didepan rumah mereka.

“Sedangkan Mayau, ada sebagian warga sudah kembali dan sebagian warga masih bertahan di kamp pengungsian di SD dan SMP. Untuk Pante Sagu dan Tifure itu rata-rata sudah kondusif,”terangnya.

Ia juga menyampaikan agar tetap mengikhtiarkan jangan sampai ada gempa susulan karena ini namanya bencana.

“Kami juga berharap agar warga tetap waspada dan berikhtiar di rumah mereka masing-masing,”harapnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Ternate, Gede Eriksana Yasa  mengatakan, sampai hari ini sekitar 1.600 lebih gempa susulan sejak hari pertama terjadinya gempa.

Menurutnya, informasi terakhir dari pagi tadi hingga kini masih terjadi gempa sebanyak 7 kali, secara umum tidak dirasakan oleh semua warga batang dua.

“Artinya gempa susulan ini pun terjadi tapi skalanya sudah mengecil. Dan BMKG prediksi gempa susulan akan berakhir dalam 2/3 minggu. Dan sekarang sudah berjalan 2 minggu, dan mungkin masih ada tetapi skalanya semakin kecil. Dan semoga saja sampai 3 minggu yang sesuai kita prediksi itu tidak lagi adanya gempa susulan,”pungkasnya. (**)

Editor : Uku

Bagikan: