ads
ads
ads
ads

TIDORE, TERBITMALUT.COM — Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P2APPK) Kota Tidore Kepulauan menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Layanan Penanganan Bagi Perempuan Korban Kekerasan yang dihadiri oleh Ketua Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota Tidore Kepulauan, Hj. Rahmawati Muhammad Sinen.

Kegiatan peningkatan kapasitas itu dibuka oleh Abd Rasyid Abd Latif, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) yang berlangsung di Aula SMA N 1 Kota Tidore Kepulauan, Selasa (28/5/2024).

Ketua Puspaga Kota Tidore Kepulauan, Hj. Rahmawati Muhammad Sinen pada kesempatan itu berharap sebagai sosok seorang perempuan, tidak ingin adanya kekerasan maupun pelecehan seksual kepada perempuan maupun anak yang terjadi sekarang ini, khususnya di Kota Tidore Kepulauan.

“Saya berharap sebagai sosok perempuan tidak ada lagi kekerasan maupun pelecehan seksual di Kota Tidore Kepulauan, untuk itu memang tidak mudah dan butuh proses yang ekstra kerja keras untuk mencegah perbuatan yang tidak bertanggung jawab ini,”ujarnya.

Dia berpesan kepada perempuan dalam hal ini ibu-ibu rumah tangga agar sama-sama saling mengingatkan satu sama lain untuk mengatur pola asuh yang baik kepada anak.

“Saya juga tidak lupa berpesan kepada perempuan selaku ibu untuk anak-anak agar saling mengingatkan antara perempuan, dan kita juga sebagai perempuan harus punya komitmen yang sama bahwa kita harus bisa menangani permasalahan kekerasan, dan jangan pernah lemah untuk melawan permasalahan seperti ini yang kita jumpai di lapangan,”harapnya.

Sementara, Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Tikep, Abd Rasyid Abd Latif mengatakan, kegiatan ini dilakukan mengingat kekerasan terhadap perempuan dan anak akan memberikan dampak negatif, dan akan berpengaruh terhadap proses tumbuh kembang anak dalam kehidupannya. Karena, kekerasan ini sering kali terjadi di lingkungan publik atau umum atau dalam satu komunitas.

“Kegiatan ini sebagai upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak yang sangat penting untuk diadakan, dimana perempuan dan anak merupakan potensi yang sangat besar ditengah masyarakat Kota Tidore Kepulauan, dengan jumlah perempuan mencapai 57,7 persen dari jumlah penduduk dan jumlah anak sebanyak 32,3 persen,”ungkapnya.

Perlu diketahui, kegiatan ini diikuti oleh 150 orang peserta yang terdiri dari ketua dan anggota organisasi wanita di Kota Tidore Kepulauan dan juga para lurah yang ada di Kecamatan Tidore. (**)

Penulis : Hartini

Editor   : Sukur

Bagikan: