ads

TERNATE, TERBITMALUT.COM — Akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,6 yang terjadi di Sulawesi Utara (Sulut) dengan kedalaman 33 Km yang dirasakan di Maluku Utara kemarin, membuat 233 bagunan di kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate rusak (Berat-Sedang-Ringan).

Berdasarkan hasil pendataan Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, sebanyak 90 bangunan di Kelurahan Mayau mengalami kerusakan dengan kategori ringan hingga berat.

Dari jumlah tersebut, 43 rumah tercatat rusak ringan, 22 rusak sedang, dan 21 rusak berat. Selain itu, satu unit sekolah mengalami rusak ringan, sementara tiga gereja turut terdampak dengan tingkat kerusakan sedang hingga berat.

Sekretaris Daerah Kota Ternate, H. Rizal Marsaoly mengatakan, kerusakan di kecamatan Pulau Batang dua pali banyak fi kelurahan Mayau dibanding kelurahan lain. Selain Mayau, kerusakan juga tersebar di sejumlah wilayah lain seperti Lelewi, Bido, Perum Bersatu, dan Tifure.

“Di Kelurahan Lelewi, tercatat 87 bangunan rusak yang terdiri dari 31 rumah rusak ringan, 29 rusak sedang, dan 23 rusak berat. Sementara di Kelurahan Bido terdapat 36 bangunan terdampak, dengan 23 rumah rusak ringan dan 13 rusak berat serta dua gereja rusak berat,”ujar Sekda, Sabtu (4/4/2026).

Lanjut ketua Posko Tanggap Darurat Penanganan Bencana Gempa Kota Ternate itu bahwa, di Kelurahan Perum Bersatu, terdapat 11 bangunan rusak, masing-masing 3 unit rusak ringan, 4 rusak sedang, dan 4 rusak berat. Sementara di Kelurahan Tifure, sebanyak 9 bangunan mengalami kerusakan dengan rincian 6 rusak ringan dan 3 rusak sedang.

“Secara keseluruhan, jumlah bangunan yang terdampak gempa di Kecamatan Batang Dua mencapai 233 unit. Rinciannya, 104 rumah rusak ringan, 58 rusak sedang, dan 61 rusak berat,”ungkapnya.

Tidak hanya itu, kata Rizal bahwa terdapat satu unit kantor dan satu sekolah juga rusak ringan, serta 8 gereja dengan berbagai tingkat kerusakan.

“Total keseluruhan bangunan yang mengalami kerusakan di Batang Dua sebanyak 233 unit,”terangnya.

Disisi lain, dampak kerusakan tersebut membuat ratusan warga harus meninggalkan rumah mereka. Data Pemkot mencatat sebanyak 771 warga masih bertahan di lokasi pengungsian, terutama di Mayau dan Perum Bersatu.

“Pemkot Ternate saat ini masih melakukan penanganan lanjutan, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak, khususnya kelompok rentan seperti balita dan lansia,”jelasnya.

Dari total 771 pengungsi di Mayau tersebut terdiri dari 22 lansia, sekitar 300 laki-laki, 300 perempuan, 123 anak-anak, serta 26 balita yang tersebar di beberapa titik pengungsian lainnya. (**)

Editor : Uku

Bagikan: