TERBITMALUT.COM — Indonesia tengah berupaya menuju tahun 2045 bersih dari korupsi. Bahaya korupsi tidak hanya soal ngentit-mengentit uang, tetapi juga kepada sikap dan mental. Korupsi jelas perilaku yang buruk dan bisa merusak bangsa. Untuk itu gairah memerangi korupsi tidak boleh padam. Jika dibiarkan, ia akan tumbuh menjadi kebiasaan yang sistemik dan menjadi budaya.
Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menyampaikan pesan-pesan anti korupsi yang dikemas menarik melalui media kreatif, semisal festival pemutaran film. Untuk itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI) kembali menyelenggarakan Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) Movie Day 2026.
Tahun ini ACFFEST memasuki tahun ke-12 dan konsisten menggunakan film sebagai medium kampanye. Bukan sekadar program tahunan KPK, lebih dari itu, ACFFEST Movie Day 2026 adalah cara lain bagi KPK menyuarakan pesan anti korupsi.
Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief menyampaikan, ACFFEST Movie Day 2026 bertujuan agar generasi muda terutama pelajar, mahasiswa, komunitas kreatif, hingga masyarakat umum yang tertarik di industri film, terinspirasi dan perhatian terhadap isu korupsi.
“Film dapat menjadi media yang menarik dan efektif untuk menyebarkan semangat antikorupsi karena jauh lebih mudah diterima oleh masyarakat, sehingga pesan yang ingin disampaikan KPK dapat tersampaikan dan terserap,” ujar Amir Arief yang juga Festival Director ACFFEST 2026, dalam keterangan tertulis di Ternate, Maluku Utara, Sabtu (18/4/2026) yang diterima Terbitmalut.com.
Kegiatan akan dilaksanakan di 12 provinsi mencakup 40 Kota/Kabupaten di wilayah Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Riau, Maluku Utara, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, dan DKI Jakarta. Maluku Utara (Malut) menjadi provinsi ketiga setelah sebelumnya acara digelar di Kalimantan Selatan dan Sumatera Utara.
Menurutnya, di Malut, kegiatan digelar di tiga kota antara lain SMK Negeri 1 Tikep dan SMA Negeri 1 Tikep, Tidore (14 April), SMP Negeri 7 dan SMP Islam 1 Ternate (15 April) dan Benteng Oranje dan Taman Film, Ternate (18 April).
“Selama tiga hari, seluruh warga ‘Negeri Rempah-Rempah’ akan disuguhkan festival edukatif nan atraktif, mulai dari pemutaran film pendek dilanjut diskusi bersama narasumber kompeten dari komunitas film, akademisi, dan penyuluh antikorupsi, lalu ada pertunjukan seni lokal sebagai bentuk pendekatan kultural, produksi konten, pentas teater, hingga dialog publik melalui media,”terangnya.
Sineas dan Penggiat Perfilman sekaligus Ketua Panitia ACFFEST Movie Day 2026 Maluku Utara, Aswin A. Ilyas, mengapresiasi inisiasi KPK menghadirkan ACFFEST sejak 2013.
Ia mengatakan, menyampaikan pesan anti korupsi kepada generasi muda lewat karya kreatif audio-visual adalah cara yang tepat.
“Saya rasa medium paling gampang masuk dan diterima kalangan muda saat ini adalah audiovisual. Bangun pagi saja mereka sudah menikmati TikTok, Reels Instagram, atau video pendek lainnya. Bahkan mereka tidak bisa makan dan minum sebelum nonton video YouTube. Medium film membuat alam bawah sadar anak muda merasa sebagai pembawa pesan,”ungkapnya di Ternate, Kamis (16/4/2026).
Menurutnya, kehadiran ACFFEST menjadikan ekosistem perfilman semakin merata dan saling mendukung, serta mampu menjembatani sineas-sineas dari daerah.
“Berkat mengikuti ACFFEST pertama kali tahun 2023, sineas di Maluku Utara, khususnya Kota Ternate bisa terkoneksi dengan sineas-sineas di Surabaya dan Yogyakarta. ACFFEST sangat mendukung pengorbitan bibit-bibit filmmaker yang harapannya bisa berbicara banyak, dan nanti mereka punya portofolio film menarik yang berhasil dibuat lewat pendanaan ACFFEST,” jelasnya.
Sayembara Film, terbuka untuk Sineas Maluku Utara Sebagai upaya KPK untuk menanamkan arti penting partisipasi masyarakat dalam melawan segala bentuk tindak korupsi, pada ACFFEST 2026 juga digelar kompetisi film pendek yang dihelat rutin sejak 2013 lalu. Kali ini tajuknya, ‘Dari Lensa, Integritas Terjaga’.
Sementara, Kasatgas 1 Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Adhi Setyo Tamtomo sekaligus Program Director ACFFEST 2026 menyebut, ACFFEST tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang belajar, produksi, dan distribusi karya yang mendorong lahirnya sineas muda dengan perspektif-perspektif baru dalam memaknai isu antikorupsi, sekaligus memperluas jangkauan kampanye melalui karya-karya audiovisual yang relevan dengan konteks sosial masyarakat.
“Selama ini publik sering memaknai film antikorupsi sebagai cerita tentang tindakan korupsi secara langsung. Sebabnya, sayembara film ACFFEST menjadi ajang tepat untuk menularkan nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, kepedulian, tanggung jawab, kerja keras, kesederhanaan, kemandirian, keberanian, dan keadilan bagi masyarakat luas, terutama anak muda sebagai the agent of change,”paprnyam
Aswin berharap, program ACFFEST dapat menciptakan ekosistem film daerah yang otentik karena diproses melalui pendekatan kultural, baik dialog maupun budaya daerah tersebut.
“Saya banyak sekali mengalami dan menyaksikan orang-orang yang mengalami depresi itu dianggap kerasukan. padahal mereka butuh didekati, didengarkan, dan kita bisa berempati kepadanya,”ucapnya.
Ia mencontohkan, karya film pendeknya berjudul Ino To Kodiho yang berhasil masuk 5 nominasi dari 677 film yang dinilai oleh tim ACFFEST 2023 silam, cukup mewakili suara dan keresahan ibu-ibu yang depresi karena menjadi korban dari aktivitas pertambangan maupun pembukaan lahan ilegal di Ternate.
“Inti dari film ini adalah mengajak agar kita selalu jujur dalam berbagai hal. Penonton bisa meresapi pesan yang disampaikan oleh karakter utama yang menggunakan bahasa Melayu-Ternate, emosinya dapat,”pungkasnya.
Terkait kompetisi, para sineas diberikan kesempatan untuk mengirimkan karya mereka berupa film pendek dan ide cerita film pendek fiksi berdurasi maksimal 15 menit.
Kompetisi ini terbuka untuk umum dan pendaftarannya sendiri dibuka mulai 1 April hingga 8 Mei 2026 untuk kategori Kompetisi Ide Cerita Film Pendek dan Kompetisi ACFFEST. Sedangkan kategori Kompetisi Film Pendek Fiksi dan Kompetisi Film Pendek Pelajar, serta Kompetisi Film Pendek Vertikal Kementerian/Lembaga pendaftarannya dibuka 1 April hingga 29 Mei 2026.
Khusus wilayah Malut, proposal dengan ide cerita terbaik akan mendapat bantuan dana produksi sebesar Rp.60 juta, dan sejumlah proposal ide cerita terpilih berhak mengikuti Movie Camp serta mendapat pendampingan teknis dari mentor profesional di kelas workshop.
Pembuat film dengan ide cerita terbaik juga akan diberikan waktu untuk produksi film selama 2 bulan pada Juli-September 2026. Film-film yang telah selesai diproduksi dan diberikan penilaian, kemudian akan diputar pada Malam Penganugerahan ACFFEST 2026 di Jakarta pada 25 November mendatang, jelang Hari Antikorupsi Sedunia (Harkodia).
Baik kategori film pendek fiksi maupun proposal ide film pendek, keduanya harus mengangkat tema anti korupsi dengan memuat nilai-nilai integritas, seperti kejujuran, kedisiplinan, kepedulian, tanggung jawab, kerja keras, kesederhanaan, kemandirian, keberanian dan keadilan. (**)
Editor : Uku





