TERNATE, TERBITMALUT.COM — Sekda Kota Ternate, Dr. Rizal Marsaoly secara langsung membuka secara resmi Mini Festival Masyarakat Kepulauan yang bertemakan “Merajuk Warisan Kebudayaan Kie Se Gam Masyarakat Kepulauan Ternate,” yang akan berlangsung selama tiga hari dari 28-30 November 2025 bertempat di Lapangan Sepak Bola, Kelurahan Fitu, Kecamatan Ternate Selatan Jumat, (28/11/2025).
Kegiatan Mini Festival Masyarakat Kepulauan yang dilakukan sore ini atas kerjasama antara Yayasan Agraris Kepulauan (YASK) Maluku Utara dengan Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XXI, Maluku Utara.
Ketua Yayasan Agraris Kepulauan (YASK) Maluku Utara, Handani Rais dalam laporannya menyampaikan, kegiatan ini dilakukan atas rasa keresahan kami pada era saat ini.
Karena, kontrol orang tua terhadap anak-anak masih kurang. Memang masih banyak menggunakan gadget. Sehingga akan memperlambat proses kemampuan pengetahuan bagi anak-naka.
“Ini juga bagian dari pokok-pokok pikiran kami tentang kebudayaan, terhadap kelestarian permainan tradisional. Dan kegiatan ini bertujuan untuk lebih mengarah pada kontrol terhadap anak-anak yang sering bermain gadget,”ungkapnya.
Menurutnya, seharusnya permainan tradisional yang lebih dilestarikan kepada anak-nak kita. Guna menekan terhadap aktivitas anak-anak yang sering bermain gadget atau handphone.
“Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan diskusi atau Talkshow selain ada permainan tradisional,”tambahnya.
Mewakili Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XXI Maluku Utara, Fauzia Rasyid yang juga Ketua Tim Kerja Wilayah BPK Maluku Utara menyampaikan, pihaknya telah melakukan program aktivitas pemajuan Kebudayaan sudah di tahun ketiga.
“Dan di tahun 2025 ini kita sudah membuka kegiatan program pemajuan kebudayaan sebanyak dua kali, yang pertama di bulan Juni 2025 dan kedua di bulan Oktober 2025,”katanya.
Menurut dia, di Ternate ada banyak peminat terhadap budaya lokal. Hanya saja, waktu dan ruang sangat sempit yang harus disiapkan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan.
“Namun kami berharap agar kegiatan pelestarian kebudayaan ini harus tetap berjalan atau dibuka agar para komunitas yang ada di Ternate memiliki ruang yang sama dalam pelestarian kebudayaan,”jelasnya.
Sementara itu, Sekda Kota Ternate, Dr. Rizal Marsaoly dalam sambutannya sekaligus membuka Mini Festival Masyarakat Kepulauan menyampaikan, apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Yayasan Agraris Kepulauan (YASK) Maluku Utara yang telah menyelenggarakan Mini Festival Masyarakat Kepulauan.
Kata Rizal, kita harus berpikir ke depan untuk bagaimana melestarikan permainan tradisional kambali. Karena, ini bagian terpenting dalam melakukan edukasi kepada anak-anak kita untuk tidak lagi fokus pada handphone atau gadget.
Kegiatan tradisional ini perlu dilestarikan, karena yang juga Ketua PGRI Kota Ternate pernah membuat kegiatan Permainan Tradisional sama seperti teman-teman Yayasan Agraris Kepulauan lakukan sore ini.
“Memang benar kalau anak-anak yang kita tidak perhatikan atau tegur sama mereka, maka mereka akan mengasyikan bermain handphone selama berjam-jam. Maka ini menjadi persoalan kita bersama,”ucapnya.
Untuk itu, lanjut Rizal, Pemkot siap membantu dan mendukung untuk menggelar festival seperti ini yang skalanya lebih besar. Karena pemkot tidak bisa berdiri sendiri dalam melestarikan kebudayaan di Kota Ternate.
“Sinergitas perlu dibangun bersama dengan pemkot Ternate, karena pemkot tidak bisa berdiri sendiri. Sehingga kolaborasi untuk melestarikan kebudayaan berupa permainan tradisional yang ada di Kota Ternate menjadi tanggung jawab kita bersama,”ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Sekda juga turut menyumbang atau memberikan bantuan dana kegiatan sebesar Rp.10 juta kepada panitia pelaksana Mini Festival Masyarakat Kepulauan. Selain memberikan bantuan atau anggaran, Sekda juga memborong habis dagangan yang berada di setiap stand. (UKU)
Editor : TM





