JAKARTA, TERBITMALUT.COM — Sebagai upaya memperkuat promosi pariwisata dan potensi ekonomi daerah kembali dilakukan, lewat kolaborasi pemerintah daerah dan mitra strategis nasional. Kota Ternate mengambil peran utama dalam kegiatan promosi terpadu bertajuk “Discover The Natural Treasure Ternate-Tidore” yang digelar di Hotel Borobudur Jakarta sebagai ruang promosi budaya, investasi, dan pariwisata.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Ternate, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), dan manajemen Hotel Borobudur Jakarta. Rangkaian agenda berlangsung mulai 22 April hingga 7 Juni 2026 di Hotel Borobudur Jakarta Pusat.
Selama lebih dari 40 hari pelaksanaan, berbagai kegiatan akan dihadirkan untuk memperkenalkan kekayaan daerah, khususnya potensi wisata dan budaya Ternate. Kegiatan yang disiapkan mencakup Opening Ceremony, Forum Bisnis dan Investasi Ternate Tidore, pesta rakyat, lisoi, bincang budaya, kuliner khas Ternate dan Tidore, workshop membatik, bazar UMKM, pojok jamu nusantara, peringatan Earth Day, yoga, meditasi, hingga pertunjukan seni budaya.
Wali Kota Ternate, H. M. Tauhid Soleman menyampaikan, bahwa kegiatan ini menjadi momentum kolaboratif untuk mempromosikan dua daerah dalam satu kawasan Maluku Utara yang memiliki potensi wisata menjanjikan.
“Ini momentum ruang kolaborasi dan sinergi untuk mempromosikan dua daerah dalam satu kawasan. Selama ini Maluku Utara sering dikenal sebagai daerah tambang, padahal potensi wisata yang dimiliki juga sangat besar dan layak dipromosikan,”terangnya.
Tauhid menyampaikan, apresiasi kepada APEKSI dan manajemen Hotel Borobudur yang telah memberikan ruang promosi selama kurang lebih 40 hari.
Menurutnya, kesempatan tersebut tidak hanya menjadi sarana promosi, tetapi juga membuka peluang pertemuan bisnis yang berpotensi menghadirkan investor.
“Ini bukan sekadar promosi daerah, tetapi juga ada business matching yang diharapkan dapat membuka peluang investasi. Kami berharap nantinya ada investor yang tertarik datang ke Ternate maupun Tidore untuk menanamkan modal, terutama di sektor pariwisata,”harapnya.
Dalam konteks kesiapan daerah, Wali Kota menilai Ternate memiliki pengalaman menjadi tuan rumah berbagai agenda nasional.
“Sejumlah kegiatan tingkat nasional seperti pertemuan APEKSI, Hari Nusantara, hingga Sail Tidore dipusatkan di Ternate meskipun fokusnya Tidore, namun Ternate memiliki banyak fasilitas akomodasi. Pengalaman ini menjadi modal penting untuk mendukung sektor pariwisata,”ungkapnya.
Tauhid menambahkan, bahwa promosi di ibu kota diharapkan dapat memperkenalkan potensi wisata Ternate kepada pasar yang lebih luas, termasuk wisatawan mancanegara yang menginap di Hotel Borobudur.
“Kami memahami kondisi ekonomi tahun ini belum sepenuhnya membaik, tetapi kami berharap wisatawan domestik tetap tertarik datang. Dengan promosi seperti ini, masyarakat akan lebih mengetahui apa saja keunggulan wisata Ternate,”tandasnya.
Selain promosi wisata, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat investasi melalui business meeting yang dijadwalkan berlangsung pada 24 April 2026 di Ruang Timur Hotel Borobudur Jakarta.
Sejumlah kementerian dan instansi terkait pun turut diundang untuk memperkuat dukungan terhadap peluang investasi di Kota Ternate.
Lebih lanjut Tauhid menegaskan, bahwa penguatan city branding Ternate Kota Rempah menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem investasi dan pengembangan daerah. Potensi UMKM, ekowisata, sport tourism, hingga pelayanan publik menjadi sektor yang diharapkan dapat menarik minat investor.
“Kami berharap melalui forum bisnis nanti akan terlihat siapa saja yang memiliki perhatian untuk masuk dan berinvestasi di Ternate. Banyak sektor yang bisa dikembangkan, mulai dari UMKM, ekowisata, hingga penguatan city branding Kota Rempah sebagai identitas daerah,” pungkasnya. (**)
Editor : Uku





