ads
ads
ads

WEDA, TERBITMALUT.COM — Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang dilaksanakan di Pendopo Falcilno Weda, Senin (1/6/2026).

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.” Tema tersebut menjadi pengingat penting bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya menjadi perekat persatuan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi landasan dalam mewujudkan perdamaian dunia yang abadi.

Turut hadir dalam upacara tersebut Wakil Bupati Halmahera Tengah Ahlan Djumadil, Sekretaris Daerah Bahri Sudirman, Kapolres Halmahera Tengah AKBP Fiat Dedawanto, perwakilan Kejaksaan Negeri Halmahera Tengah Ashari Syam, TP-PKK Halteng, Ketua DWP Halteng, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jajaran ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah.

Sementara itu, petugas upacara terdiri dari Komandan Upacara Kapten Inf. Jemy Pangendahen selaku Pasi Ter Kodim 1512/Weda dan Perwira Upacara Kapten Inf. Juliaddin selaku Danramil 1512-01/Weda.

Dalam amanatnya, Bupati IMS menyampaikan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam jiwa seluruh rakyat Indonesia.

“Pancasila adalah bintang penuntun dan jangkar moral bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik dunia,”ujar Bupati.

Bupati juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut menjaga ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945.

Menurutnya, nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila menjadi instrumen penting dalam menjembatani perbedaan serta menghentikan berbagai konflik di tengah dunia yang penuh ketidakpastian.

Selain itu, Bupati mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan. Pancasila harus hadir dalam setiap kebijakan dan tindakan demi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat,” tegasnya.

Upacara berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan. Di akhir amanatnya, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam membangun Indonesia yang damai, maju, dan berkeadilan. (Dewa)

Editor : Redaksi

Bagikan: