TERNATE, TERBITMALUT.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate menggelar rapat evaluasi dan koordinasi yang dipimpin langsung oleh Wali Kota, M. Tauhid Soleman didampingi Wakil Wali Kota, Nasri Abubakar, Sekretaris Daerah, Rizal Marsaoly serta dihadiri seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), staf ahli, dan para asisten.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Daerah, Rizal Marsaoly mengatakan, rapat tersebut berfokus pada pengecekan satu per satu program kegiatan seluruh OPD yang telah berjalan selama tahun 2026, sekaligus memastikan pelaksanaan pekerjaan pada sisa akhir tahun berjalan efektif dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Dalam evaluasi tersebut, penekanan utama pak wali kota tertuju pada optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Laporan perolehan pendapatan menunjukkan hasil positif dengan melampaui target yang ditetapkan. Capaian di akhir tahun 2026 ini akan dijadikan pijakan utama dalam menetapkan target PAD serta penyusunan APBD 2027,”ujarnya usai Rapat di Kantor Bappelitangda Rabu, (4/11/2026).

Selain capaian pendapatan, rapat evaluasi juga menyoroti sejumlah poin krusial lainnya:

Pertama, Penegakan Hukum dan Disiplin ASN: Wali Kota menegaskan agar ASN yang tersangkut masalah hukum, seperti kasus narkotika yang telah memiliki keabsahan/putusan pengadilan, segera diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kepala BKPSDM diminta memberi atensi khusus terkait status kepegawaian dan penghentian hak gaji ASN bersangkutan,”tegas Rizal.

Kedua, Pengelolaan Usaha Coffee Street dan Parkir: Pemerintah berupaya kreatif dan inovatif mencari sumber pendapatan baru di tengah penyesuaian dana transfer.

Terkait maraknya pelaku usaha coffee street (baik yang menggunakan tenda maupun kendaraan/motor listrik), Pemkot menyiapkan regulasi dan SOP penataan lokasi agar tidak mengganggu fasilitas umum.

“Pak wali juga menginstruksikan ke Dinas Perhubungan untuk segera berkoordinasi dengan lurah dan pengelola kawasan guna mengoptimalkan potensi retribusi parkir tepi jalan dan sampah secara resmi,”ungjapnya.

Ketiga, Revitalisasi Gamalama Plaza menjadi Mall Pelayanan Publik (MPP): Pemkot akan mengandangkan dan melepas material Aluminum Composite Panel (ACP) pada bagian luar gedung demi alasan keselamatan pengunjung.

“Selanjutnya, tata ruang interior akan diperbarui dengan konsep industrial untuk mendukung persiapan Mall Pelayanan Publik (MPP) pada 2027,”terang Rizal.

Keempat, Program Pilot Project Pengelolaan Sampah: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) diminta mempercepat pelaksanaan pilot project pengelolaan sampah berbasis partisipatif di 5 kelurahan percontohan (mewakili Kecamatan Ternate Selatan, Tengah, Utara, Barat, dan Pulau). Konsep ini melibatkan kolaborasi RT/RW, PKK, LPM, hingga tokoh masyarakat.

“Pada 5 kelurahan tersebut, sistem penarikan retribusi lewat billing PDAM akan diganti dengan pengelolaan langsung jemput sampah dari rumah tangga menuju transfer depot hingga TPA Sulamadaha,”tegasnya.

Kelima, Jaminan Pelayanan Kesehatan Gratis: Dinas Sosial bersama Dinas Kesehatan diminta memperbarui data warga pada desil 1 hingga 5 agar seluruh warga yang membutuhkan terjamin mendapatkan akses pelayanan kesehatan gratis secara tepat sasaran.

“Pemerintah Kota berharap sinergi lintas sektor dan kesadaran masyarakat dapat terus ditingkatkan agar berbagai program prioritas dan penataan kota ini berjalan maksimal,”pungkas Rizal. (**)

Editor : Uku

Bagikan: