LABUHA, TERBITMALUT.COM — Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Hasan Ali Bassam Kasuba dan Helmi Umar Muchsin telah menginjak 1 tahun kerja dalam memimpin Pemerintahan Halsel sejak dilantik pada 20 Februari 2025.

Momentum ini sekaligus menjadi penegasan arah besar pembangunan dalam bingkai Visi Misi Bassam-Helmi, dimana sebuah fase yang menekankan akselerasi daya saing, penguatan kualitas sumber daya manusia. Sarana pendidikan dan kesehatan serta tata kelola pemerintahan yang adaptif dan berintegritas.

Kepemimpinan Bassam-Helmi juga memiliki torehan progresif yang berdampak pada sektor perikanan dan pertanian, infrastruktur, pariwisata serta pengembangan UMKM.

“Pendidikan yang tersebar di seluruh wilayah, tingkat sekolah dasar berada di angka 96,88%, SMP/MTs 57,42 persen, SMA/MA 28,52 persen. Sementara kesehatan di angka 25,23 persen pada tahun 2025,”sebut Muhammad Johra, Kaban BPS Halsel, Jumat (20/2/26)

Sarana pendidikan dan kesehatan dalam kepemimpinan Bassam-Helmi menjawab tantangan khas wilayah kepulauan, terutama terkait pemerataan akses serta peningkatan kualitas layanan di seluruh wilayah.

“Pemerintah terus berupaya membangun sarana fisik di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan hingga infrastruktur umum. Agar pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat semakin merata,”kata Bupati Halsel saat menerima penghargaan UHC di Jakarta.

ads

“Kami membangun dengan pendekatan berkelanjutan. Fokusnya bukan hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas,”ucapnya

Kepemimpinan Bassam-Helmi juga menjelma menjadi pendekatan kerja kolektif yang memperkuat tata kelola, memperbaiki pelayanan, serta menggerakkan pembangunan secara terukur dan berkelanjutan.

Capaian tersebut mengantarkan Pemkab Halsel menoreh penghargaan di awal tahun 2026. Yakni penghargaan pelayanan publik terbaik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) dan Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) kategori Madya dari Menteri Koordinator (Menko) Pemberdayaan Masyarakat RI.

“Penghargaan yang diterima bukan sekedar ajang apresiasi, ini adalah instrumen strategis mendorong komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat,”kata Bassam.

Semetara dilansir dari data Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025, Pemkab Halmahera Selatan mencapai angka Rp2.110,07 miliar. Angka tersebut naik 0,9% dibanding anggaran Pendapatan Daerah tahun 2024.

Selama periode Januari 2025 hingga Oktober 2025, realisasi Pendapatan Daerah Pemkab Halsel mencapai Rp1.367,27 miliar atau setara 64,8% dari anggaran Pendapatan Daerah 2025.

Secara lebih rinci, Pendapatan Daerah Pemkab Halsel tahun 2025 berasal dari dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Rp1.240,36 miliar. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp118,48 miliar dan Pendapatan Lainnya Rp8,42 miliar. (KunMarsy)

ads
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *