ads
ads
ads

LABUHA, TERBITMALUT.COM — Terkait dugaan penipuan jual beli emas seberat 50 gram (gr) di Halmahera Selatan (Halsel) yang menjadi perbincangan publik. Nurdewi merupakan pegawai di salah satu Pegadaian di Bacan kini angkat bicara.

Saat ditemui Terbitmalut.com, Nurdewi membantah bahwa dirinya merupakan kurir dari Rian. Ia menegaskan bahwa dirinya benar-benar pemilik emas seberat 50 gram tersebut.

Ia menjelaskan bahwa kronologi yang sebelumnya disampaikan oleh Diah (makelar) pada dasarnya adalah benar namun. Menurutnya, terdapat bagian yang perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Emas itu benar-benar milik saya. Saya bukan kurir dari Rian, dan saya komunikasi dengan dia itu sebagai pembeli emas milik saya,”terangnya, Rabu (3/6/2026) malam.

Jadi sebelumnya itu, Rian (pembeli) komunikasi dengan saya itu sebagai pihak yang berminat membeli emas. Lanjutnya, Rian kemudian meminta agar emas tersebut diantarkan kepada orang kepercayaan untuk di cek keasliannya.

“Jadi yang saya ketahui itu saya bertemu dengan orang kepercayaannya Rian, yaitu Yadre dan Mardiana,”jelasnya.

Terkait sebelumnya itu, Dewi membeberkan pertemuannya dengan Diah, bahwa dirinya benar-benar diarahkan oleh oknum atas nama Rian. Ia bahkan mengakui bahwa dirinya lebih dulu menjalin komunikasi dengan Rian.

“Rian kirim lokasi alamat ke saya untuk ketemu dengan Diah, setelah itu baru ketemu dengan Yadre dan Mardiana untuk mengecek keaslian emas,”bebernya

Sehingga, saya membawa emas milik saya sendiri karena Rian yang mengakuh sebagai pembeli ini meminta agar diperlihatkan dan dicek keasliannya oleh orang yang Ia percayai.

“Jadi saya menemui Yadre dan Mardiana itu karena saya tahu itu kepercayaannya Rian, dan komunikasinya belum transaksi tapi semata untuk mengecek emas,”terangnya.

Kemudian menurut Dewi lagi, dalam proses komunikasi tersebut terdapat sejumlah hal yang baru diketahuinya. Ia menilai komunikasi yang terjalin antara Rian dan Diah terkesan tertutup yang tidak bole diketahui oleh dirinya. Sehingga menimbulkan berbagai persepsi yang berbeda.

“Komunikasi antara Rian dan Diah terkesan disembunyikan dari saya. Saya tidak mengetahui secara utuh pembicaraan yang mereka lakukan,”ungkapnya.

Selain itu, Dewi juga membantah bahwa saat proses transaksi pembayaran itu Yadre dan Mardiana maupun Diah tidak memperlihatkan bukti transferan tersebut.

“Saya diperlihatkan bukti itu setelah sudah ada proses, bahkan sebelum transfer sebaliknya pak Yadre yang menanyakan kepastian nomor rekening itu ke Ibu Diah,”cetusnya.

Sementara saya sendiri tidak tahu nama yang terterah dalam rekening itu. Saya kaget tiba-tiba kata Yadre sudah transfer tapi tidak masuk ke rekening saya.

“Makanya karena saya merasa di tipu dan emas itu benar-benar milik saya. Malamnya saya balik mengambil emas. Betul dengan Polisi, tapi mereka hanya ikut menemani,”tegasnya.

Untuk itu, ia berharap klarifikasi yang disampaikannya dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kronologi yang sebenarnya dan menghindari kesimpulan yang keliru terkait posisinya dalam persoalan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, oknum Rian ataupun Intan Puspitan Ningrum diduga menjadi aktor dalam penipuan jual beli emas yang masih menjadi misteri. (KunMarsy)

Editor : Redaksi

Bagikan: