LABUHA, TERBITMALUT.COM — Presentase sarana pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), yang dilansir dari Badan Pusat Statistik (BPS) Halsel, Maluku Utara, Potensi Desa (Potdes) tahun 2025 mencapai angka yang signifikan.
Sarana pendidikan di Halsel tingkatan Sekolah Dasar (SD/MI) tahun 2025 berada di angka 96,88% (persen) Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTS) 57,42%, Sekolah Menengah Atas (SMA/MA/SMK) dan perguruan tinggi 28,52 persen.
Dari data statistik Halsel tahun 2025 banyaknya sarana pendidikan sekolah di Halsel yaitu 248 SD, tersebar hampir di 249 desa. 147 SMP/MTs, 73 SMA/MA, dan 25 sekolah SMK serta 3 (tiga) Akademik/Perguruan tinggi yang menyisir di 30 kecamatan.
“Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Halsel, tahun 2025 sarana pendidikan difokuskan pada revitalisasi fisik sekolah (SD-SMP) dengan pengembangan digitalisasi perpustakaan offline untuk daerah minim internet, serta optimalisasi PAUD hingga tingkat desa, dalam meningkatkan kualitas sarana belajar secara merata,”ujar Kepala BPS Halsel, Muhamad Budiman Johra.
Selain itu, lanjutnya, di tahun 2025 Pemerintah Halsel juga memprioritaskan peningkatan sarana kesehatan dari tingkatakan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan pembangunan sejumlah Puskesmas baru dengan fasilitas pendukung untuk menjangkau 249 desa di 30 kecamatan dengan rata-rata capaian persentase 25,23 persen.
Statistik tahun 2025 menyebut, sarana penunjang kesehatan di Halsel mencakup 3 (tiga) RSU yaitu, RSUD Labuha/Bacan, RSU Obi, Kecamatan Obi dan RSU Bisui, Kecamatan Gane Timur Tengah. Dan 32 Puskesmas dan 31 Puskesmas Pembantu (Pustu) yang tersebar di 30 kecamatan.
Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemda Halsel fokus utama meliputi peningkatan derajat kesehatan, penurunan angka kematian ibu/bayi, dan gizi buruk, sejalan dengan program nasional.
“Seperti pelaksanaan program CKG (Cegah Kematian Ibu dan Anak) yang aktif berjalan di tahun 2025. Hal ini menjadikan Halsel salah satu daerah dengan peningkatan kinerja kesehatan yang signifikan,”ungkapnya.
Sementara di tahun 2026 dengan geografis wilayah yang didominasi lautan 78% dan daratan 22% Pemda Halsel menjadikan pengembangan Agro Maritim sebagai salah satu visi pembangunan daerah. Hal itu disampaikan Bupati maupun Wakil Bupati Halsel di beberapa kesempatan kunjungan kerja ke desa-desa. (KunMarsy)
Editor : Redaksi





