ads
ads
ads
ads

TERNATE, TERBITMALUT.COM — Fraksi Partai Demokrat menyoroti terkait masalah Industrialisasi Pengolahan Sampah Secara Partisipatif dan Konservasi Sumber Daya Air di Kota Ternate.

Anggota Fraksi Demokrat, Kader Bayan saat membacakan pandangan Umum Fraksi Rabu, (22/11/2023) menyampaikan, tema pembangunan Kota Ternate di tahun 2024 adalah “Sinergi Program Prioritas RPJMD Ciptakan Industrialisasi Pengolahan Sampah Secara Partisipatif dan Konservasi Sumber Daya Air, Wujudkan Ternate Mandiri dan Berkeadilan”.

Sehingga, Fraksi Demokrat sudah sering menyampaikan pandangan dan masukan terkait skema pencapaian target kinerja pada Program Prioritas Pembangunan Daerah di setiap tahun perencanaan dan penganggaran, melalui keberpihakan alokasi anggaran sesuai Tema Pembangunan.

Maka, berapa prosentase alokasi anggaran yang disiapkan untuk implementasi 2 Program prioritas di 2024, yakni Program Industrialisasi Pengolahan Sampah Secara Partisipatif dan Program Konservasi Sumber Daya Air..?

“Karena sampai saat ini, kami belum melihat adanya upaya yang komprehensif dan kongkrit terkait penanganan permasalahan sampah dan air minum. Karena masih banyak keluhan masyarakat terkait 2 permasalahan ini,”katanya.

Kader juga pertanyakan, apakah di akhir Rencana RPJMD dan masa akhir Jabatan Wali Kota Ternate, dapat mewujudkan target capaian Visi Misi Ternate Andalan khususnya pada sektor Pengelolaan Sampah dan Air Minum.

“Kemudian dengan Pengadaan Motor Viar pengangkut sampah itu dapat menyelesaikan problem sampah di Kota Ternate atau tidak. Dan berapa jumlah armada truk Pengangkut sampah yang masih dalam kondisi baik yang dapat dioperasikan. Dan apakah perlu penambahan jumlah Truk Pengangkut sampah. Selanjutnya, bagaimana dengan upaya edukasi ke masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah secara mandiri,”tanya Kader Bayan.

Menanggapi hal itu, Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Rizal Marsaoly menyampaikan, apresiasi kepada DPRD atas penyampaian pandangan Umum Fraksi-fraksi atas RAPBD tahun anggaran 2024.

Menurut Rizal, ada beberapa penguatan yang menjadi fokus pemerintah Kota didalam APBD tahun anggaran 2024, salah satunya adalah masalah sampah atau industrialisasi sampah dan air bersih tetap menjadi penguatan kita di tahun 2024.

Memang bagi Rizal, masalah sampah ini membutuhkan waktu dan proses untuk diselesaikan, bukan serta merta langsung selesai tidak. Tetapi, harus bertahap untuk menyelesaikan masalah sampah dan air bersih.

“Maka apa yang menjadi masukan dari Fraksi Demokrat itu, terkait industrialisasi sampah dan air bersih kami sampaikan apresiasi, dan karena itu fakta yang memang harus diselesaikan di APBD tahun anggaran 2024,”kata Rizal Rabu, (22/11/2023).

Dikatakan Rizal, Pemerintah Kota akan membuktikan bahwa persoalan sampah dan air bersih akan tuntas di tahun 2024. Dan apa yang disoroti Fraksi Demokrat terkait penambahan armada pengangkut sampah khususnya roda tiga, itu akan sangat berdampak positif.

“Tinggal bagaimana kita satukan model penanganan sampahnya saja, karena mungkin ada sebagian masyarakat yang belum terlayani, dengan keterbatasan armada. Dan juga mungkin operator kaisar atau armada roda tiga itu belum tertib mengangkut sampah sesuai jadwalnya,”ucapnya.

Rizal juga berharap, agar para lurah yang sudah mendapatkan armada pengangkut sampah roda tiga itu, harus berperan aktif dan punya peran yang besar untuk mengontrol nya. Karena lurah juga mendapatkan insentif.

“Jadi inilah yang akan kita dorong dan akan menjadi catatan pemerintah Kota, atas saran dan masukan dari Fraksi Demokrat dan diluar Fraksi Demokrat,” tuturnya.

Kepala Bappelitbangda itu juga menambahkan, perlu diketahui juga tahapan pelaksanaan RPJMD 2021-2026, untuk Wali Kota masih 1 periode sesuai dengan Permendagri terbaru, yang keluar kemarin. Dikatakan bahwa pemerintah tidak lagi menyusun ulang RPJMD lagi.

“Hanya saja, untuk kepala daerah masa jabatan sudah selesai, maka RPJMD nya harus ditambah atau disusun RPJMD tahun 2025-2026 lagi untuk pilkada tidak di tahun 2020. Tapi untuk kepala daerah yang pilkadanya di tahun 2020, seperti di Kota Ternate tidak perlu lagi menyusun RPJMD,”ungkapnya.

Sehingga, kata Rizal lagi, Wali Kota Ternate masih memiliki ruang dan waktu untuk menata dan memperbaiki Kota Ternate. Karena, kita tidak repot lagi menyusun RPJMD karena sudah, maka dengan harapannya APBD tahun 2024 kita akan lebih fokus lagi.

Dan di tanggal 27 November 2023 untuk pendampingan kerjasama pemerintah Kota bersama tim pendampingan pengelolaan sampah dari Kabupaten Malang akan datang di Kota Ternate.

“Sehingga di tanggal 27-29 November 2023 melalui Bappelitbangda bersama DLH dan OPD teknis lainnya akan menggelar sosialisasi sekaligus Bimtek (Bimbingan Teknis) pendampingan di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Ternate Tengah, Kecamatan Ternate Selatan dan Ternate Utara, selama tiga hari. Untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis partisipatif masyarakat,”tambahnya. (**)

Penulis : Sukur 

Bagikan: