TERNATE, TERBITMALUT.COM — Pemerintah Kota Ternate menggelar rapat koordinasi bersama dengan Polres Ternate dan Kodim 1501/Ternate terkait penataan pasar di kawasan gamalama. Penataan tersebut difokuskan pada area parkir, pedagang dan pasar buah.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Ternate, H. M Tauhid Soleman usai memimpin Rakor, yang didampingi Sekda Kota Ternate, H. Rizal Marsaoly yang juga dihadiri langsung Kapolres Ternate, AKBP Anita Ratna Yulianto didampingi Kasat Lantas Polres Ternate dan yang mewakili Dandim 1501/Ternate, Plt Kepala Dinas Perhubungan, Kasatpol-PP dan Plt Kepala Disperindag bertempat di lantai tiga Aula Kantor Wali Kota Ternate, Jumat (17/4/2026).
Menurut Tauhid, ada beberapa poin substansi yang dibahas dalam rakor. Pertama, Disperindag mempresentasikan beberapa skema, baik penanganan, pengaturan untuk penataan terkait dengan kawasan pasar Higienis. Misalnya, yang selama ini menempati area parkiran yang menjadi penyebab utama sehingga kendaraan berada di pinggir jalan.
Dan area parkiran yang sesungguhnya itu, ditempati pedagang ikan bakar baik sisi Utara maupun Selatan. Karena, sejauh ini sudah pernah dikoordinasikan oleh Disperindag bahwa berjual kawasan itu hanya berlaku pada malam hari dan paginya harus sudah bersih dan tenda-tendanya harus dikosongkan atau diangkat.
“Hanya saja fakta dilapangan itu, tenda-tenda nya masih ada pada saat pagi hari setelah aktivitas jualan dilakukan. Sehingga area parkiran itu pun langsung ditempati pedagang-pedagang yang berjualan sayur dan pedagang lainnya. Namun kita akan memberikan ketegasan jika masih melakukan hal yang sama, maka tenda-tenda ikan bakar akan disita oleh Satpol-PP,”tegasnya.
Dari hasil rapat tadi juga, kata Tauhid, telah menyepakati bahwa area parkiran itu harus dikembalikan pada fungsinya. Maka harus ditata kembali dan para pedagang yang berjualan di area parkiran dimasukan ke area dalam.
“Dan skema dari Disperindag itu ada dan sudah dipresentasikan. Karena, untuk pedagang pisang dan sayurnya juga ada tempatnya, hanya saja dalam melakukan aktivitas berjualan itu, masih ada satu/dua orang yang keluar berjualan di luar, sehingga pedagang lainya juga tidak mau masuk kedalam,”ungkapnya.
Tauhid menambahkan, bahwa pemerintah juga akan melakukan pengawasan lebih intens dan ketat, misalnyalnya ketika pedagangnya datang pukul 03.00 wit membawa dagangannya, maka petugas akan datang lebih awal pukul 02.00 wit.
“Petugasnya akan ditunjuk oleh disperindag dan dinas perhubungan untuk menjaga are parkir yang sudah ditata. Karena memang skema ini sudah dilakukan sejauh hari, dan seiring waktu berjalan pengawasan dan kontrol dari petugas tidak lagi konsisten dalam mengimplementasi di lapangan,”tandasnya.
Kemudian yang kedua, penataan pedagang buah yang akan kita hadapkan kedalam terminal nanti, maka kendaraan tidak harus parkir disitu. Tapi harus masuk ke dalam terminal, ketika mau belanja buah.
“Sehingga, bagian luar itu akan kita buat vertikal garden, ada tanaman-tanaman dan parkinya ondestrip, sehingga tidak lagi mengganggu pendistrian di kawasan itu,”terangnya.
Untuk parkiran di depan Pasar Higienis juga akan diskemakan menggunakan satu jalur dulu. Karena memang kita pernah tegur untuk tidak menggunakan dua jalur parkiran. Dan itu akan menganggu lalu lintas dikawasan itu.
“Kalau hanya satu jalur untuk parkiran saja, itu sebenarnya tidak menganggu arus lalu lintas. Jadi bukan tidak koordinasi, tapi area kawasan parkiran sudah ditempati oleh pedagang. Sehingga kita juga akan dibantu oleh polres untuk mengatur parkiran atau lalu lintas,”pungkasnya. (**)
Editor : Uku





