TERNATE, TERBITMALUT.COM — Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengakui terjadinya penyusutan signifikan program infrastruktur di tahun anggaran 2026 akibat penurunan Transfer ke Daerah (TKD).
Kepala Dinas PUPR Kota Ternate, Rus’an M. Nur Taib mengatakan, pemangkasan anggaran terjadi hampir di seluruh belanja modal, sehingga sejumlah program pembangunan terpaksa ditunda.
“Tahun ini ada keterbatasan anggaran yakni pemotongan TKD, sehingga banyak program pemerintah yang kita terpaksa pending,” ujar Rus’an, Selasa (21/1/2026) saat ditemui Terbitmalut.com di kantor Wali Kota.
Hanya saja, Rus’an menegaskan Pemkot Ternate tetap memprioritaskan pada infrastruktur dasar. Diantaranya pemeliharaan rutin jalan dalam kota serta penanganan titik-titik rawan banjir.
“Untuk infrastruktur, pemerintah kota Ternate masih tetap fokus, terutama pemeliharaan jalan yang dianggarkan tahun 2026. Termasuk penanganan titik-titik banjir melalui perbaikan dan rehabilitasi drainase,”ungkapnya.
PUPR menegaskan besarnya pemangkasan anggaran cukup drastis. Dibandingka belanja modal Dinas PUPR tahun sebelumnya mencapai hampir Rp100 miliar, tetapi 2026 anggaran yang tersedia tidak sampai Rp10 miliar.
“Artinya hampir 90 persen kegiatan belanja modal dipotong dalam rangka efisiensi karena pengurangan TKD di tahun ini,”jelasnya.
Terkait pembangunan infrastruktur di wilayah terluar seperti Pulau Moti, Batang Dua, dan Pulau Hiri, kata Rus’an program tetap ada, namun dengan porsi yang sangat terbatas.
“Moti masih ada kegiatan, begitu juga Batang Dua dan Hiri. Tapi porsinya kecil, sehingga disesuaikan dengan pagu anggaran yang ada,”tandasnya.
Dengan kondisi fiskal tersebut, Rus’an menambahkan, kebijakan pembangunan 2026 lebih diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama infrastruktur jalan, drainase, dan sanitasi. (**)
Editor : Uku





