TERNATE, TERBITMALUT.COM — Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsaoly kembali memimpin apel Pagi di Kecamatan Ternate Selatan, Rabu (21/1/2026). Apel pagi merupakan dari Program Rabu Menyapa untuk memastikan penyelenggaraan pelayanan dan tugas-tugas pemerintahan berjalan efektif di setiap OPD, Kecamatan dan Kelurahan.
Termasuk melihat langsung fasilitas instansi, kinerja, kedisiplinan pegawai, serta memperkuat koordinasi internal antar unit. Rabu Menyapa di Kantor Camat Ternate Selatan, Sekda turut didampingi Kabag Pemerintahan, Fahrudin. Dan dihadiri Camat, Anang Ariyanto, Sekretaris Camat, Para Lurah se-Kecamatan Ternate Selatan.
Saat pimpin apel Pagi, Sekda Kota Ternate, H. Rizal Marsaoly menyampaikan, bahwa kedisiplinan adalah hal utama bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai lainnya untuk meningkatkan kinerja-kinerja di lingkup masing-masing.
Kata Rizal, tepatnya pada tanggal 20 Februari 2026 merupakan satu tahun berjalan masa kepemimpinan Wali Kota dan Wakil ketika dilantik pada tanggal 20 Februari 2025.
Satu tahun berjalan itu sudah mengimplementasi RPJMD, yang kurang lebih di dalam dokumen itu termuat sejumlah kebijakan yang sebagiannya tugas dan fungsi dari Kecamatan dan Kelurahan.
“Sehingga saya berharap apa yang menjadi spirit pak wali dan wakil dalam mewujudkan janji politik mereka pada saat berkampanye, bisa terselesaikan melalui program kegiatan yang melekat di Kecamatan dan Kelurahan,”ucapnya.

Untuk itu, Rizal meminta agar para Lurah buat evaluasi, Camat Koordinasikan dan disinergikan dengan Bagian Pemerintahan Setda Kota Ternate agar program yang belum dilaksanakan bisa diselesaikan.
“Sehingga, paling tidak masyarakat bisa melihat janji politik dari pak wali dan wakil ini dilaksanakan di tingkat Kecamatan dan Kelurahan,”pintanya.
Sehingga lanjut Rizal, dalam LPJ RPJMD tahun pertama nanti, saya juga akan membuat report per kecamatan, selain ringkasan kinerja dari masing-masing OPD terhadap implementasi RPJMD di tahun pertama.
Rizal juga menyampaikan, agar Bagian Pemerintahan untuk melakukan pengecekan di masing-masing kelurahan dan Kecamatan pegawai mana yang tidak hadir mengikuti apel pagi hari ini.
“Karena, ini penting jika ada hal-hal penting apa yang pak wali atau wakil sampaikan ke saya, untuk disampaikan ulang ke bapak ibu,”ungkapnya.
Kemudian, soal pemberlakuan Work From Anywhere (WFA) atau bekerja dari mana saja, paling tidak semua kecamatan, terutama di Selatan agar setiap hari Senin harus dilakukan apel pagi.
“Setiap hari Senin wajib dilakukan apel pagi secara rutin di tingkat kecamatan. Dan itu akan dipantau oleh Bagian Pemerintahan terkait kebijakan ini,”tegasnya.
Bahwa apa yang menjadi kebijakan-kebijakan program pemerintahan bisa terlaksana dengan baik di tingkat kecamatan dan kelurahan.

Rizal menambahkan, untuk Dana Kelurahan sebentar lagi sudah masuk. Karena Ramadhan akan jatuh di pertengahan bulan Februari, dan pemeriksaan pendahuluan dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Maluku Utara.
“Maka LPJ Dana Kelurahan tahun anggaran 2025 tolong dirapikan pertanggungjawaban, sehingga akuntabilitas laporan nya bisa terjaga transparansi. Dan ada hal-hal yang kurang tolong dilengkapi dan dibenahi,”pintanya.
Selain itu, berkaitan dengan program Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dari rilis Menpan-RB Program SPBE Kota Ternate mencapai nilai rata-rata sesuai apa yang diharapkan Pemerintah Pusat dalam hal ini Menpan-RB.
Maka nantinya para operator yang nanti di upload program atau data di dalam website yang disediakan. Karena informasi ini penting perlu disampaikan ke publik atau masyarakat. Jika program ini belum diinformasikan ke tingkat Kecamatan dan Kelurahan, maka ini akan kita buat sosialisasi.
“Karena poin terpenting dalam SPBE ini adalah berkaitan dengan MCSP KPK. Dan alhamdulillah Ternate raih predikat dari hasil penilaian KPK dengan angka 91 persen dan didalamnya ada program SPBE. Maka saya minta dukungan dari Kecamatan dan Kelurahan terkait program SPBE ini,”harapnya.
Selanjutnya, kata Sekda soal masalah Kebersihan, saya mau melihat armada roda tiga yang telah didistribusikan di kelurahan, akan kita cek kembali sejauh mana armada roda tiga ini masih ada dilapangan atau tidak, upah operator armadanya dan BBM juga.
“Sehingga ini akan saya evaluasi kembali program penanganan sampah di tingkat kecamatan dan kelurahan, untuk mengimplementasikan program ini berjalan dengan baik. Dan saya tidak mau ada sampah yang menumpuk di pinggir jalan, TPS yang juga amburadul. Karena fasilitas kita sudah berikan, insentif Lurah dan Operator Armada,”pungkasnya. (**)
Editor : Uku





