WEDA, TERBITMALUT.COM — Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli, melakukan kunjungan kerja ke PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) pada 1–2 November 2026. Kunjungan ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia industri dalam pengembangan tenaga kerja kompeten serta mendorong penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Dalam lawatannya, Menaker didampingi oleh Presiden Direktur PT IWIP, Kevin He, beserta jajaran manajemen. Sejumlah agenda penting dijalankan, di antaranya penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Kolaborasi Strategis Pembangunan Tenaga Kerja Kompeten antara PT IWIP dan Kementerian Ketenagakerjaan, serta pemberian kuliah umum mengenai K3 kepada karyawan IWIP.
Prof. Yassierli juga meninjau langsung fasilitas pelatihan alat berat guna melihat persiapan tenaga kerja lokal memasuki dunia industri. Berdasarkan data per Oktober 2026, program pelatihan gratis yang diselenggarakan PT IWIP sejak 2019 ini telah diikuti oleh 71.808 peserta.
Program tersebut mencakup enam bidang keahlian dengan rincian sebagai berikut:
1. Pelatihan Dump Truck 10 Roda 34.672 peserta
2. Pelatihan Welder (Las) 16.739 peserta
3. Pelatihan Excavator 9.945 peserta
4. Pelatihan Loader 8.230 peserta
5. Pelatihan Trailer 1.173 peserta
6. Pelatihan Forklift 1.049 peserta
Selama mengikuti pelatihan, peserta mendapatkan berbagai fasilitas penunjang tanpa dipungut biaya, mulai dari konsumsi, akomodasi, asuransi kesehatan, alat pelindung diri (APD), hingga sertifikat kelulusan. Setelah pelatihan rampung, para peserta berkesempatan mengikuti proses seleksi untuk bekerja di perusahaan.
Di hadapan ratusan peserta pelatihan, Prof. Yassierli berpesan agar kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Ia mengingatkan bahwa setiap peluang kerja tetap menuntut pemenuhan standar persyaratan dan tahapan seleksi. Selain kompetensi, ia menekankan pentingnya menjadikan aspek K3 sebagai prioritas utama.
“Keselamatan kerja sangat penting. Istilahnya safety first. Tidak ada yang lebih penting dari keselamatan kerja. Saat teman-teman nanti bekerja, pastikan dapat bekerja dengan selamat dan kembali ke rumah dengan selamat. Karena itu, pelatihan terkait aspek safety juga harus benar-benar dikuasai,”tegas Prof. Yassierli.
Lebih lanjut, Menaker menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong kemajuan industri yang berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan pekerja. Hal tersebut, menurutnya, membutuhkan hubungan industrial yang harmonis melalui sinergi yang kuat antara manajemen perusahaan dan para pekerja.
Sementara itu, Presiden Direktur PT IWIP, Kevin He, menyambut baik kunjungan serta kolaborasi ini. Ia berharap sinergi antara pemerintah dan dunia industri dapat terus diperkuat guna membuka lebih banyak kesempatan bagi tenaga kerja lokal untuk berkembang.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan membuka lebih banyak kesempatan bagi tenaga kerja lokal untuk berkembang bersama industri. Bagi kami, keberhasilan pembangunan industri tidak hanya diukur dari pertumbuhan investasi, tetapi juga dari kontribusinya dalam meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan masyarakat. Terima kasih atas dukungan dan sinergi yang telah terjalin,” ujar Kevin.
Rangkaian kunjungan ditutup dengan peninjauan sejumlah fasilitas operasional di kawasan IWIP, antara lain Quality Control Room Smelter Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), serta area pelabuhan. Peninjauan ini memberikan kesempatan bagi rombongan untuk melihat secara langsung aktivitas operasional dan proses kerja yang mendukung kegiatan industri di kawasan tersebut. (**)
Editor : TM





