ads

WEDA, TERBITMALUT.COM — Rangkaian puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-36 Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) resmi dimulai lewat prosesi Kirab Pataka Lambang Daerah, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan ini berlangsung khidmat, kegiatan ini memadukan unsur pemerintahan, tradisi adat, dan doa bersama sebagai wujud penghormatan atas identitas serta perjalanan daerah.

Kirab dilepas langsung oleh Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, dari halaman Kantor Bupati menuju Masjid Baiturrahman, Kota Weda. Pelepasan turut dihadiri Wakil Bupati, Ahlan Djumadil, Sekretaris Daerah, jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sebelum rombongan bergerak, Bupati Ikram menyerahkan Pataka Lambang Daerah kepada Imam serta Sangaji Weda dan Sangaji Patani. Penyerahan ini merupakan ritual adat krusial yang mengawali perjalanan pataka mengelilingi Kota Weda.

Dalam perjalanannya menuju Masjid Baiturrahman, pataka dikawal ketat oleh pasukan adat Cokaiba. Nuansa khas tersebut menegaskan bahwa peringatan hari jadi Halteng bukan sekadar agenda seremonial birokrasi, melainkan ruang sakral untuk merawat warisan budaya dan identitas masyarakat Fagogoru.

Setibanya di lokasi, Pataka Lambang Daerah diserahkan secara resmi kepada Imam Masjid untuk disemayamkan sementara. Rangkaian prosesi kemudian ditutup dengan zikir dan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas usia Kabupaten Halmahera Tengah yang telah menginjak 36 tahun.

Doa bersama ini sekaligus menjadi momentum spiritual bagi pemerintah dan masyarakat untuk memohon keberkahan, keselamatan, serta kesejahteraan yang merata bagi seluruh warga Halmahera Tengah.

Sesuai jadwal, pataka akan disemayamkan di Masjid Baiturrahman hingga Sabtu pagi (31/10/2026). Selanjutnya, pataka tersebut akan diserahterimakan kembali untuk dikibarkan pada upacara bendera puncak peringatan HUT ke-36 Kabupaten Halmahera Tengah.

Lebih dari sekadar membawa simbol daerah, Kirab Pataka membawa pesan mendalam tentang pentingnya menjaga persatuan, menjunjung tinggi nilai-nilai adat, dan memperkuat identitas lokal di tengah dinamika pembangunan Halmahera Tengah. (Dewa)

Editor : TM

Bagikan: