TERNATE, TERBITMALUT.COM — Pemerintah Kota Ternate dan Pemerintah Kota Batu melaksanakan kerjasama misi dagang antar daerah sebagai langkah memperkuat jejaring ekonomi yang digelar di Landmark Kota Ternate, Kamis (11/12/2025) malam.

Wali Kota Batu, Nurochman mengatakan,  potensi pertanian dan UMKM Kota Batu, serta membuka peluang kerjasama pemasaran lintas daerah.

“Kota Batu sebagai sebuah kota wisata, city branding kami memang kota wisata, tetapi mayoritas masyarakat kami juga bertani. Dan kami punya komitmen untuk tidak terjadi trade off ketika pariwisata tumbuh,”ujarnya.

Ia mengatakan, bahwa Kota Batu membawa berbagai produk pertanian yang dapat menjadi alternatif suplai kebutuhan komoditas di Ternate.

“Semoga ini bisa menjadi satu alternatif kerja sama, bagaimana ekonomi bisa tumbuh dan berkembang baik di Kota Ternate maupun di Kota Batu,”ucapnya.

Selain sektor pertanian, Kota Batu juga mengusulkan penguatan kerjasama di sektor UMKM.

ads

“Kalau malam ini kita melakukan MoU, semoga ini ada tindak lanjutnya secara konkret. Bisa membentuk one stop shopping atau Mall UMKM, yang kita isi produk-produk UMKM Kota Batu dan juga dari Kota Ternate. Demikian juga sebaliknya, produk Ternate bisa masuk ke Mall UMKM kami,”ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Ternate, Tauhid Soleman menyampaikan, tentang karakter Kota Ternate sebagai kota dagang bersejarah. “Ternate ini sudah berdiri selama 775 tahun. Menjadi kota dagang itu sudah sejak 1250 Masehi. Jadi ini termasuk salah satu kota tertua di Indonesia,”tegasnya.

Menurut Tauhid, Ternate sejak dahulu menjadi kota yang terbiasa menerima kunjungan dagang dari berbagai bangsa.

“Karena beberapa benteng kita yang dibangun Portugis dan Belanda masih berdiri hingga kini, sebagai jejak sejarah perdagangan ratusan tahun lalu,”ungkapnya.

Menanggapi peluang kerja sama dengan Kota Batu, Tauhid langsung memberikan dukungan penuh. “Saya menyambut baik nantinya ada pertemuan antara para pengusaha. Kita berharap ini nanti dibungkus dan dilegalkan melalui memorandum of understanding sehingga menjadi resmi,”terangnya.

Karena itu, pentingnya untuk menindaklanjuti kerja sama tersebut. Poinnya adalah komitmen kedua belah pihak. Tidak sekedar MoU, tetapi implementasi dari misi dagang ini dapat diteruskan.

“Ketergantungan bahan-bahan pokok di Ternate mendekati 70% berasal dari luar. Karena itu sejak 2013 kita berupaya memotong rantai pasokan agar bisa dipenuhi dari wilayah yang paling dekat. Dan kehadiran Kota Batu bisa membuka ruang baru kerja sama untuk menguatkan pasokan komoditas hortikultura di Ternate,”pungkasnya.

ads

Pada prinsipnya Ternate siap untuk menindaklanjuti usulan Kota Batu terkait pemasaran produk UMKM. Untuk itu, saya setuju minimal nanti ada semacam one stop shopping.

“Insya Allah kita akan berupaya mewujudkan itu sehingga ada barang dari Batu yang bisa didapatkan di Ternate dan Barang di Ternate bisa ditempatkan di Kota Batu,”cetusnya. (Uku)

Editor : TM

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *