ads

LABUHA, TERBITMALUT.COM — Sejumlah Pemuda Desa Marabose Kecamatan Bacan, Halmahera Selatan (Halsel) turun ke jalan dan menggelar aksi protes tepat di jalan akses utama Labuha-Babang, Jumat (12/12/2025).

Pemalangan jalan tersebut mengakibatkan jalan akses Labuha-Babang sempat lumpuh kurang lebih 1 jam. Padahal, jalan tersebut merupakan akses utama ke RSUD Labuha, Puskesmas Babang dan beberapa perkantoran daerah lainnya.

Sejumlah masyarakat dan pengguna jalan sangat menyayangkan aksi pemuda Marabose, mereka menilai aksi tersebut sangat salah sasaran.

“Ini terkait olahraga atau bola (Bupati cup) silahkan aksi di dinas terkait, di lapangan sana atau ke Kantor Bupati,”kesal seorang pengguna jalan saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat (12/12/2025).

Biar apa?. Biar ngoni (kalian) punya argumen atau keluhan itu didengar langsung oleh pak Bupati maupun dinas terkait atau panitia.

“Jangan bikin aksi di tengah jalan, karena  mengganggu orang punya aktivitas saja, apalagi ini akses utama yang paling sentral yaitu terkait kesehatan,”tegasnya.

Aksi Palang Jalan di Desa Marabose.

Tidak hanya itu, aktivitas palang jalan tersebut juga diduga menjadi biang dari terlambatnya penanganan kesehatan dari satu warga sekitaran Labuha yang dirujuk ke RSUD Labuha.

Dari informasi yang terimah Terbitmalut.com di lapangan hingga ke RSUD Labuha. Disampaikan bahwa terdapat salah satu ambulance yang pembawa pasien diagnosa penyakit jantung. Sehingga harus disegerakan rujukan ke RSUD Labuha.

“Di tengah perjalanan, di Marabose ambulance terhenti hampir 20-30 menit. Padahal katanya, itu pasien gawat darurat, meskipun setelah itu diberi akses lewat,”jelas seorang warga.

Tidak hanya itu, sesampainya di RSUD Labuha, diketahui pasien tersebut diduga terlambat menerima penanganan. Sehingga pasien tersebut dikatakan meninggal dunia.

“Pasien itu serangan jantung. Tara (tidak) sakit tiba-tiba dapat serangan jantung, jadi harus sesegera mungkin ditangani. Tapi dong (mereka) pele-pele (palang) jalan begitu astagfirullah,”sesal keluarga pasien.

Sementara itu, pihak RSUD Labuha diketahui sudah berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan prosedur kesehatan yang berlaku terhadap penanganan pasien.

Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat maupun pemerintah daerah dan instansi/dinas, panitia penyelenggara Bupati Cup yang kemungkinan mengakibatkan nyawa dari salah seorang pasien rujukan ke RSUD Labuha melayang. (KunMarsy)

Editor : TM

ads
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *