WEDA, TERBITMALUT.COM — Wedaago Market Fest (Wema Fest) Vol. 1 mencatat omzet penjualan sebesar Rp.120.670.000 selama delapan hari pelaksanaan, 10–17 Oktober 2026. Namun, di tengah capaian tersebut, penyelenggara mencatat penjualan masih terkonsentrasi pada sejumlah tenant unggulan, sehingga pemerataan transaksi menjadi salah satu evaluasi selama festival berlangsung.
Dari hasil evaluasi penyelenggara, omzet rata-rata harian mencapai Rp.15.083.750, dengan jumlah kunjungan masyarakat diperkirakan sebanyak 3.900 orang.
Wema Fest melibatkan 19 tenant Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-36 Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng).
Transaksi tertinggi sementara tercatat pada 17 Oktober 2026, dengan omzet sebesar Rp.21.584.000 dan estimasi 700 pengunjung. Angka tersebut meningkat sekitar 37 persen dibandingkan omzet pada hari sebelumnya.
Direktur WedaGo, Jusman Sofyan menilai capaian omzet tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan yang menghadirkan produk-produk UMKM lokal.
“Capaian omzet lebih dari Rp.120 juta dalam kurun waktu delapan hari ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang luar biasa serta tingginya daya saing produk lokal di Halmahera Tengah,”ujarnya saat ditemui Terbitmalut.com Senin, (19/10/2026).
Meski demikian, penyelenggara mencatat kontribusi penjualan masih didominasi sejumlah tenant, yakni Baby Boba, NR Ricebowl, Baba Food & Drink, Kamari Kopi, dan RNB.
“Kondisi ini menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat strategi promosi agar peluang penjualan dapat dinikmati secara lebih merata oleh seluruh peserta,”ungkapnya.
Jusman mengatakan, Wema Fest tidak hanya menjadi bagian dari perayaan hari jadi daerah, tetapi juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk secara langsung kepada konsumen dan memperluas jangkauan pasar.
“Melalui sinergi bersama ekosistem WedaGo, kami berharap momentum perayaan HUT ke-36 kabupaten ini dapat terus mendongkrak omzet para tenant, memperluas jangkauan pasar digital mereka, serta memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan ke depannya,”harapnya.
Wema Fest masih berlangsung hingga puncak perayaan HUT ke-36 Kabupaten Halteng pada 31 Oktober 2026. Sisa waktu pelaksanaan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan transaksi, memperkuat promosi, dan memperluas pemasaran produk para tenant.
Melalui kegiatan bazar dan dukungan pemasaran berbasis digital, WedaGo berharap Wema Fest tidak hanya menghasilkan omzet selama festival, tetapi juga membuka peluang pengembangan usaha yang berkelanjutan bagi UMKM lokal. (Dewa)
Editor : TM





