TERNATE, TERBITMALUT.COM — Pelaksanaan City Sanitation Summit (CSS) ke-XXIII tahun 2025 di Kota Ternate, Maluku Utara berjalan lancar dan resmi ditutup yang bertempat di Bela Hotel, Kelurahan Jati, Ternate Selatan Sabtu, (30/8/2025).

Penutupan itu ditandai dengan penyerahan Bendera Pataka dari Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman kepada Ketua Umum Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI), Dadang Supriatna. Kemudian Ketua AKKOPSI kembali menyerahkan bendera Pataka AKKOPSI kepada pemerintah Kota Banda Aceh sebagai tuan rumah pelaksanaan CSS ke-XXIV di tahun 2026 mendatang.

Usai penutupan CSS ke-XXIII, Ketua Umum Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI), Dadang Supriatna mengatakan, pelaksanaan CSS ke-XXIII di Kota Ternate berjalan dengan lancar. Karena di hari pertama saja kita sudah mengunjungi lokasi Wisata, seperti Geosite Batu Angus, Danau Tolire Besar dan Tolire kecil Jumat, (29/8/2025) kemarin dan melihat tempat-tempat penanganan sampah di Kota Ternate.

“Ini merupakan keunikan tersendiri yang berbeda dengan daerah lain. Karena yang menarik di Kota Ternate adalah tingkat kesadaran masyarakatnya yang sudah terbiasa membersihkan sampah di lingkungannya. Dan kebiasaan ini sudah hampir runtuh di daerah lainnya,”ujarnya.

Karena, menurut Wali Kota Bandung itu, bahwa sebagus apapun konsep Sanitasi yang dilakukan jika tanpa kesadaran masyarakat dalam mengatasi permasalahan sampah di daerah, itu tidak akan sukses.

Didalam AKKOPSI ini ada delapan komponen yang harus kita pahami secara bersama-sama. Dan di dalam CSS ini alhamdulillah sudah ada beberapa keputusan. Pertama adalah kita akan mengupayakan penanganan dari Sanitasi dari semua komponen yang bisa diselesaikan di tiap-tiap wilayah atau daerah.

Kedua, kita mendorong dan meminta kepada Pemerintah Pusat melalui KLH, Bappenas, Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kemendagri sudah terkonfirmasi untuk memberikan DID kepada daerah yang disiplin dalam penanganan sanitasi.

“Ini bagian dari Komitmen AKKOPSI yang kita sudah deklarasikan di penutupan CSS ke-XXIII tadi,”ungkapnya, seraya mengatakan kegiatan CSS ke-XXIV akan berlangsung di Kota Banda Aceh di tahun 2026 mendatang.

“Sekaligus akan dilakukan Musyawarah Nasional (Munas) AKKOPSI dan kita akan sanding ke KLH, Bappenas, Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kemendagri agar penanganan sanitasi ini bisa diselesaikan,”jelasnya.

Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Ternate yang sudah menjadi tuan rumah CSS ke-XXIII tahun 2025.

“Terima kasih kepada pak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ternate atas jamuan pelaksanaan CSS ke-XXIII ini yang dapat berjalan lancar dan luar bisa,”ucapnya mengakhiri.

Sementara itu, Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman mengatakan, dalam momentum CSS ini juga pemerintah kota Ternate telah menandatangani MoU dengan Institut Teknologi PLN, yang akan mereka melakukan penguraian sampah guna dijadikan sebagai pengganti batu bara atau bahan bakar untuk PLN Wilayah Ternate.

Kemudian, yang paling terpenting adalah membangun dan memperkuat sinergi antara daerah satu dengan daerah yang lain.

“Termasuk kita juga akan memperjuangkan insentif. Insentif ini mungkin untuk penilaian kinerja atau mungkin bantuan-bantuan yang lain dari Pemerintah Pusat. Dan intinya penanganan sampah akan menjadi prioritas pemerintah daerah, karena ini menjadi harapan kita agar di tahun 2030 kita bisa bebas dari masalah sampah,”pungkasnya. (**)

Editor : Uku

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *