TERNATE, TERBITMALUT.COM — Paus jenis sperma dengan panjang hampiri 10 meter yang mati dan terdampar di pesisir Pantai Afe Taduma, Kecamatan Pulau Ternate, telah dievakuasi dan ditanam menggunakan alat berat (Excavator), Selasa (8/9/2026).
Sekda Kota Ternate, Rizal Marsaoly turut memantau langsung proses evakuasi paus dan ditanam untuk memastikan bangkai Mamalia itu aman, agar tidak tercium aroma yang tidak sedap.
Sebelum ditanam, pihak Balai Pengelolaan Kelautan (BPKel) Kupang, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia turun dan mengukur panjang, diameter paus dan mengambil sampel daging.
Rizal menyampaikan, bahwa bangkai paus yang terdampar di pesisir pantai Afe Taduma, setelah ada informasi dari warga. Sehingga saya langsung ke lokasi untuk memastikan.
“Sehingga pemerintah Kota langsung mencari solusi atau langkah-langkah apa yang dilakukan. Dan akhirnya bankai paus kita putuskan untuk evakuasi atau ditanam menggunakan Excavator. Karena, sudah ada bau yang menyengat,”ujarnya.

Tadi juga ada pihak Balai Pengelolaan Kelautan (BPKel) Kupang yang hadir, selain DKP Kota Ternate, DLH, Camat Pulau Ternate dan Lurah Afe Taduma.
Pihak Balai meminta kepada saya agar dilakukan pengukuran panjang dan diameter serta sampel daging lebih dulu, sebelum dievakuasi atau ditanam.
“Informasi yang disampaikan oleh pihak balai itu Paus Betina induk yang terdampar dan dugaan penyebab kematian hewan Mamalia tersebut karena sakit,”ungkapnya.
Rizal juga menyampaikan, sebelum ditemukan bangkai Paus Betina itu, dua hari yang lalu ada nelayan yang menemukan lebih dulu pada saat mereka menangkap ikan di antara perairan Afe Taduma dan Rua.
Mereka melihat Paus tersebut mengapung di permukaan air yang sudah tidak berdaya. Dan peristiwa ini sudah dua kali terjadi di Kelurahan Afe Taduma.
Sementara, pihak Balai Pengelolaan Kelautan (BPKel) Kupang belum bisa menyampaikan secara pasti penyebab kematian induk Paus tersebut. (Uku)
Editor : TM





