ads
ads
ads

TERNATE, TERBITMALUT.COM — Kepemimpinan Dr. H. M. Tauhid Soleman dan Nasri Abubakar sebagai Wali Kota Ternate dan Wakil Wali Kota Ternate telah menginjak 1 tahun dalam memimpin Pemerintahan Kota Ternate, tepatnya pada Jumat, (20/2/2026) hari ini.

Selama setahun, Pemerintah Kota Ternate berhasil memperkuat birokrasi, meningkatkan pelayanan publik, mendorong pembangunan infrastruktur, dan mempercepat transformasi digital, menegaskan komitmen kepemimpinan yang bersinergi dan berprestasi dalam mewujudkan visi Ternate Andalan Jilid II.

Sinergi dan prestasi yang diraih ini tidak lepas dari peran Sekretaris Daerah (Sekda), H. Rizal Marsaoly sebagai koordinator Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah, termasuk dalam mengoordinasikan OPD, melakukan pembinaan dan pengendalian manajemen ASN, menjaga disiplin dan netralitas, serta memastikan pelayanan publik berjalan optimal.

Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman Saat Pimpin Apel Gabungan Perdana di awal tahun 2026, Senin (5/1/2026). Dok. Humas

Konsolidasi hingga Integritas Tata Kelola 

Tahun pertama ini ditandai dengan konsolidasi birokrasi dan percepatan manajemen talenta ASN. Kota Ternate dinilai berhasil mengimplementasikan pembangunan manajemen talenta hanya dalam dua bulan sejak komitmen ditandatangani, sebuah capaian yang menegaskan keseriusan reformasi berbasis sistem.

“Atas keberhasilan tersebut, Pemerintah Kota menerima Penghargaan Percepatan Pembangunan Manajemen Talenta ASN dari Badan Kepegawaian Negara sebagai pengakuan atas kecepatan sekaligus kualitas implementasi,”ujar Wali Kota Ternate, H.M. Tauhid Soleman Jumat, (20/2/2026).

Reformasi ini tidak berhenti pada dokumen kebijakan, tetapi menyentuh struktur dan kultur kerja ASN. Profesionalisme, akuntabilitas, dan pelayanan berbasis kinerja menjadi standar baru dalam birokrasi kota.

Tim Pemerintah Kota Ternate yang dipimpin Ketua TAPD, Rizal Marsaoly saat berada di Gedung KPK RI.

Komitmen tata kelola bersih diperkuat dengan diraihnya predikat Zona Hijau Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP) KPK 2025 dengan capaian 91 persen, menempatkan Ternate sebagai daerah dengan tata kelola pencegahan korupsi terbaik di Maluku Utara.

Pelayanan Publik dan Infrastruktur 

Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Pusat, Pemkot Ternate menerima dana Rp. 30 miliar dari Kementerian PUPR untuk Perbaikan 27 ruas jalan vital. Akses air bersih juga diperluas lewat peresmian SPAM Tobololo pada Januari 2026 yang menjangkau ribuan warga di wilayah pesisir dan pinggiran kota.

Di sektor transportasi laut, Pemerintah Kota Ternate juga meraih penghargaan dari Kementerian Perhubungan RI atas dedikasi dalam meningkatkan keselamatan pelayaran di wilayah Maluku Utara, khususnya di Kota Ternate.

“Penghargaan tersebut sebagai bentuk pengakuan atas komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat standar keselamatan dan tata kelola pelayaran,”jelasnya.

Komitmen tersebut mendapat pengakuan nasional. Pemerintah Kota juga menerima apresiasi dari Kementerian Perhubungan RI atas peningkatan keselamatan pelayaran, serta penghargaan dari Kementerian PKP RI sebagai Pemerintah Daerah Terbaik di Maluku Utara dalam Pembebasan Retribusi PBG.

Capaian ini menegaskan arah pembangunan yang terukur, responsif, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Keberpihakan pembangunan juga ditegaskan melalui penguatan kawasan BAHIM — Batang Dua, Hiri, dan Moti — sebagai bagian integral dari Kota Ternate.

Pemerintah Kota memastikan bahwa kebijakan infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, serta konektivitas transportasi laut menjangkau wilayah kepulauan tersebut secara proporsional.

“Pendekatan ini menegaskan bahwa pembangunan tidak lagi berpusat pada kawasan inti kota semata, melainkan diarahkan pada pemerataan akses, distribusi sumber daya yang adil, dan kehadiran layanan publik hingga ke pulau-pulau terluar,”terangnya.

Perlindungan Sosial, Pendidikan, dan Transformasi Digital 

Komitmen Pemerintah Kota Ternate dalam membangun sumber daya manusia diwujudkan melalui penguatan perlindungan sosial dan peningkatan kualitas pendidikan secara simultan.

Di sektor ketenagakerjaan, Kota Ternate meraih Paritrana Award Terbaik I Tingkat Provinsi Maluku Utara atas capaian pelaksanaan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Penghargaan ini, menegaskan bahwa perlindungan sosial tidak hanya menyasar pekerja formal, tetapi juga sektor informal yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal. Pada saat yang sama, perhatian terhadap pendidikan dan literasi terus diperkuat.

“Penghargaan dari Komda Alkhairaat atas dukungan terhadap pendidikan agama Islam serta PGM Award 2025 dari Persatuan Guru Madrasah Indonesia mencerminkan komitmen terhadap peningkatan kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidik,”tandasnya.

Menurut Tauhid, transformasi digital pendidikan juga menunjukkan kemajuan signifikan, ditandai dengan penghargaan Google for Education yang diterima SMP Negeri 1 Kota Ternate sebagai kandidat sekolah rujukan Google.

Lebih luas lagi, Kota Ternate meraih Penghargaan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025 dari Kementerian Komunikasi dan Digital RI sebagai daerah dengan capaian terbaik di kawasan Indonesia Timur, sebuah pengakuan atas kemajuan literasi digital, integrasi sistem pemerintahan berbasis elektronik, dan transformasi pelayanan publik berbasis teknologi.

Penandatanganan Kerjasama Antara Pemkot Ternate dan BPJS Kesehatan Ternate, Selasa (30/12/2025). Dok. Humas

Kesehatan dan Lingkungan: Kota Sehat, Kota Berkelanjutan 

Di sektor kesehatan, Kota Ternate kembali meraih Penghargaan Kota Sehat 2025 kategori Swasti Saba Wiwerda dari Kementerian Kesehatan RI. Ini merupakan kali kedua Ternate meraih predikat tersebut, menunjukkan konsistensi dalam pengelolaan sanitasi, lingkungan, serta perilaku hidup bersih dan sehat.

Penguatan Satpol PP melalui penghargaan Karya Bhakti Peduli Satpol PP 2025 dari Kementerian Dalam Negeri juga memperlihatkan bahwa ketertiban umum dan perlindungan masyarakat menjadi bagian integral dari kualitas hidup kota.

Stabilitas Ekonomi dan Indikator Makro 

Meski terjadi pengurangan dana transfer pusat (TKD), Pemkot menjaga stabilitas fiskal tanpa pemotongan TPP ASN, menunjukkan disiplin pengelolaan anggaran yang adaptif namun tetap berpihak pada daya beli aparatur.

Sektor UMKM tetap bergeliat melalui fasilitasi izin usaha dan penguatan ekosistem perdagangan yang sehat. Dalam konteks ini, tiga pasar utama Gamalama, Kotabaru, dan Bastiong, mengantarkan Kota Ternate meraih Penghargaan Pasar Tertib Ukur 2025 dari Kementerian Perdagangan RI.

“Penghargaan ini bukan sekadar simbol, tetapi bentuk perlindungan nyata terhadap konsumen dan pelaku usaha melalui standarisasi alat ukur dan kepastian transaksi perdagangan,”katanya.

Kemudian, data resmi inflasi dan pertumbuhan ekonomi tahun 2025 masih menunggu rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Ternate. Namun, tren stabilitas harga dan aktivitas ekonomi daerah menunjukkan daya tahan yang tetap terjaga sepanjang tahun, didukung penguatan sektor perdagangan, jasa, dan UMKM.

Secara makro, peningkatan kesejahteraan tercermin dari Pengeluaran Riil per Kapita (dalam ribu rupiah) yang naik dari 14.731 pada 2024 menjadi 14.945 pada 2025, menunjukkan kenaikan daya beli riil masyarakat secara moderat namun konsisten.

“Capaian sektoral tersebut sejalan dengan penguatan indikator makro pembangunan. Data terbaru menunjukkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Ternate meningkat dari 82,59 pada 2024 menjadi 83,01 pada 2025, dan tetap menjadi yang tertinggi di Provinsi Maluku Utara,”ungkap Tauhid.

Kemudian, umur harapan hidup meningkat menjadi 73,36 tahun, sementara Harapan Lama Sekolah stabil di atas 15 tahun. Dengan IPM kategori sangat tinggi, Ternate tidak hanya mempertahankan posisinya, tetapi juga memperkuat kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Refleksi dan Arah ke Depan 

Satu tahun pertama kepemimpinan M. Tauhid Soleman – Nasri Abubakar memperlihatkan pendekatan pembangunan yang menekankan konsistensi, stabilitas, dan sinergi lintas sektor. Tantangan tentu tetap ada, dari tekanan fiskal hingga dinamika sosial ekonomi. Namun fondasi tata kelola, pelayanan publik, dan pembangunan manusia menunjukkan arah yang jelas.

Refleksi satu tahun ini bukan sekadar laporan capaian, melainkan penguatan komitmen untuk memastikan Ternate tumbuh sebagai kota yang sehat, transparan, berdaya saing, dan inklusif. Ternate terus melangkah, dengan kerja nyata, kolaborasi, sinergi dan keyakinan bahwa pembangunan terbaik adalah yang dirasakan langsung oleh masyarakatnya. (**)

Editor : Uku

Bagikan: