ads
ads

TERNATE, TERBITMALUT.COM — Soal permintaan Ketua KONI dan Ketum Asprov PSSI Maluku Utara untuk mundur dari Jabatan, oleh mantan Kapten Persiter, Ikbal Alhadar adalah tuntutan yang tidak berdasar dan picik.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Umum (Waketum) ASPROV PSSI Malut, Hasyim Abdulkarim kepada Terbitmalut.com Senin, (23/10/2023).

Menurutnya, apa yang dituntut oleh Ikbal Alhadar agar Ketua KONI Maluku Utara dan Ketum ASPROV untuk mengundurkan diri dari jabatan adalah tuntutan yang tidak berdasar dan picik.

“Karena memang, event Pra PON adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemda (Gubernur dan DPRD). Maka mestinya Ikbal yang menuntut Gubernur dan seluruh anggota DPRD mundur dari jabatan mereka,”katanya.

Karena mengurus cabor, lanjut Hasyim, harus butuh orang yang paham mengelola organisasi, bukan cuma pandai menendang bola.

“Dan memang setahu kita, Ikbal tidak punya pengalaman mengelola organisasi besar selain hanya sebagai kapten tim Persiter. Karena itu lah, Ikbal hanya mulut besar dan bicara ngawur,”ungkapnya.

Kemudian, Hasyim juga menambahkan, publik Maluku Utara harus mengetahui bahwa ASPROV PSSI Maluku Utara yang diketuai oleh Drs. Edi Langkara telah mengambil sebagian tanggung jawab pemda Provinsi dalam hal pembiayaan seleksi atlet.

Dimulai dari akomodasi pemusatan latihan sampai dengan pengadaan 30 buah bola kaki, kostum latihan dan 2 set kostum pertandingan (20 pemain dan 4 official) serta sepatu atlet. Bahkan ASPROV telah menanggung uang saku pemain dan honor pelatih.

“Jadi kalau ada pihak yang menyatakan bahwa ASPROV PSSI Malut tidak punya tanggung jawab terhadap tim sepak bola Pra PON adalah salah besar,”pungkasnya. (**)

Penulis : Sukur 

Bagikan: