ads

TERNATE, TERBITMALUT.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate bergerak cepat merespons insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kota Ternate pada akhir pekan lalu.

Sejumlah wilayah di Kota Ternate mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Insiden pertama terjadi di kawasan Taman Love, Kelurahan Moya, pada Sabtu (3/10/2026).

Kebakaran kemudian juga terjadi kawasan TPA Buku Deru-Deru di Kelurahan Takome, Kecamatan Ternate Barat pada dihari yang sama Sabtu, (3/10/2026) sore WIT.

Wali Kota Ternate, H. M. Tauhid Soleman secara resmi menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Kota Ternate yang tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Nomor: 149/III.6/KT/2026 dengan masa penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla mulai tanggal 3 hingga 16 Oktober 2026.

Ketua Posko Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla, H. Rizal Marsaoly yang juga Sekretaris Daerah Kota Ternate  memimpin langsung rapat koordinasi lintas sektor untuk merumuskan skema penanganan dampak bencana yang terjadi sejak akhir pekan lalu.

Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan instansi teknis terkait, di antaranya Kepala Bappelitbangda, Kepala Pelaksana BPBD, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Satpol PP, Kepala Dinas Komimfo, Camat Ternate Barat, unsur TNI/Polri, pejabat Dinas Perhubungan serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Rizal menegaskan bahwa pentingnya komitmen dan aksi nyata dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar penanganan di lapangan dapat berjalan optimal dan terpadu.

“Seluruh pihak harus berkolaborasi secara masif. Penanganan karhutla dan dampak kebakaran di TPA Buku Deru-deru ini tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan langkah terintegrasi lintas sektor termasuk bersama TNI/Polri dan pihak Balai,”ujarnya Selasa, (6/10/2026) malam.

Rapat evaluasi dan perencanaan ini menghasilkan sejumlah poin penting terkait skema penanganan dampak karhutla dan operasional TPA di Kecamatan Ternate Barat.

Misalnya, Dinas Damkar bersama BPBD dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman titik api di lapangan, didukung pembuatan bak penampung air darurat guna mempermudah akses armada di medan yang sulit.

“Nanti dibantu Polri dalam penanganan kebakaran di TPA, karena pada kedalaman 5 sampai 10 meter itu masih terbakar, jadi nanti akan disemprot menggunakan water canon milik Polres,”ungkapnya.

Kemudian, Dinas Kesehatan juga ditugaskan membuka posko pelayanan kesehatan darurat untuk mengantisipasi gangguan pernapasan (ISPA) bagi warga sekitar dan pemulung akibat paparan asap.

DLH tetap memantau kualitas udara dan pengelolaan sampah darurat, sementara Dinas Pendidikan memetakan dampak ketersediaan udara bersih terhadap aktivitas kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah terdekat.

Rizal juga menginstruksikan Dinas Perhubungan untuk memastikan Penerangan Jalan Umum (PJU) di wilayah-wilayah terdampak berfungsi maksimal.

“Untuk BPKAD bersama Bappelitbangda siap memfasilitasi skema dukungan anggaran darurat (BTT) guna memastikan pemenuhan kebutuhan operasional pemadaman dan penyaluran bantuan logistik berjalan lancar tanpa hambatan,”harapnya.

Rizal juga meminta Dinas Kominfo untuk terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat melalui platform digital maupun melalui media massa.

Penanganan kebakaran TPA Buku Deru-deru tidak hanya dilakukan oleh Pemkot Ternate namun bersinergi dengan berbagai pihak termasuk TNI/Polri dan instansi lainnya.

Pemerintah Kota Ternate mengimbau masyarakat di wilayah Kecamatan Ternate Barat khususnya di sekitar TPA untuk tetap waspada, mengintegrasikan penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan, serta segera melapor ke posko terdekat jika menemukan potensi titik api baru. (**)

Editor : Uku

Bagikan: