ads

TERNATE, TERBITMALUT.COM — Pemerintah Kota Ternate melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) menunjukkan kepedulian nyata terhadap bencana banjir di Halmahera Barat. Salah satunya dengan menggalang bantuan kemanusiaan bagi korban banjir Kecanatab Ibu, Halmahera Barat, berupa pakaian layak pakai.

Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Thamrin Marsaoly mengatakan, pengumpulan bantuan pakaian layak pakai dilakukan dalam waktu singkat.

“Dalam hitungan jam, ratusan lembar pakaian untuk orang dewasa dan anak-anak berhasil dikumpulkan,”ujarnya Jumat, (9/1/2026).

Seluruh bantuan, kata Thamrin, diserahkan kepada warga Kecamatan Ibu yang saat ini berada di Kota Ternate, untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat terdampak banjir di Halmahera Barat.

Thamrin mangatakan, aksi kemanusiaan ini merupakan bentuk empati nyata Pemkot Ternate, khususnya Bappelitbangda, terhadap warga Halbar.

Ia menegaskan pihaknya tidak bisa tinggal diam melihat saudara-saudara mereka tertimpa musibah.

“Penggalangan bantuan ini mendapat respon positif dari seluruh jajaran Bappelitbangda, mulai dari pejabat hingga staf. Mereka secara sukarela membawa pakaian layak pakai dari rumah masing-masing,”ungkapnya.

Menurut Thamrin, bantuan tersebut diberikan dengan tulus sebagai panggilan kemanusiaan, bukan karena kewajiban.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bukti kuatnya hubungan emosional antara Pemerintah Kota Ternate dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat. Meski terpisah oleh pulau, kepedulian tetap terjalin erat.

Selain pakaian layak pakai, bantuan yang disalurkan juga meliputi popok dan kebutuhan mendesak lainnya.

“Bappelitbangda masih membuka penggalangan bantuan berupa selimut, pakaian anak, perlengkapan bayi, serta pembalut wanita yang sangat dibutuhkan di lokasi bencana,”terangnya.

Seluruh bantuan telah diserahkan untuk kemudian dibagikan kepada warga yang membutuhkan.

“Kami juga mengajak agar masyarakat serta instansi lainnya untuk turut berpartisipasi membantu korban banjir. Karena, bencana merupakan tanggung jawab kemanusiaan bersama,”ajaknya.

Perlu diketahui, Wilayah terdampak banjir di Halmahera Barat meliputi lima kecamatan dengan sembilan desa, yaitu Kecamatan Ibu (Desa Gamlamo, Tongute Ternate, Tongute Ternate Asal, dan Gamici), Kecamatan Sahu Timur (Desa Gamoneng), Kecamatan Tabaru (Desa Duomo dan Goin), Kecamatan Ibu Selatan (Desa Talaga), serta Kecamatan Loloda (Desa Soasio). Dari kejadian ini, dilaporkan dua orang meninggal dunia di Desa Soasio, Kecamatan Loloda.

“Selain itu, sebanyak 726 kepala keluarga atau sekitar 3.444 jiwa terdampak langsung, dengan sekitar 1.500 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, sementara ini menumpang di rumah warga yang tidak terdampak, sekolah, serta balai desa,”ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari seperti diberitakan sebelumny, Kamis, (8/1/2026) kemarin.

Bagikan: