LABUHA, TERBITMALIT.COM — Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) dibawah kepemimpinan Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin, sukses menggelar Festival Saruma Fest 2025, digelar selama 2 (dua) hari sejak 29-30 Desember.
Rangkaian acara event Festival Saruma Fest digelar dengan berbagai nuansa budaya lokal Halmahera Selatan, kini telah resmi ditutup pada Selasa, (30/12/2025) malam kemarin oleh Bupati Bassam Kasuba.
Didampingi Wabup Helmi Umar Muksin, Sekretaris Daerah (Sekda) Halsel Safiun Rajulan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yakni, Kapolres Halsel, Dandim, Kepala Kejaksaan Negeri Halsel, Ketua Pengadilan Negeri Labuha, pimpinan OPD, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh pemuda Halsel.
Dalam sambutannya, Bupati Halsel, Basam Kasuba mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum penutupan Festival Saruma sebagai ruang refleksi bersama atas perjalanan satu tahun penuh yang telah dilalui.
“Tidak terasa kita akan melangkah ke tahun 2026. Banyak peristiwa, tantangan, serta pencapaian yang telah kita lewati bersama. Itu menjadi bagian penting dari perjalanan kita sebagai satu keluarga besar masyarakat Halsel,”ujar Bassam, Selasa (30/12/2025) malam.
Menurutnya, dinamika yang terjadi sepanjang tahun 2025, baik suka maupun duka, merupakan bagian dari proses pembelajaran bersama dalam membangun daerah.
“Apa yang kita jalani bersama ini akan menjadi catatan sejarah dan fondasi penting untuk melangkah lebih baik ke depan,”ungkapnya.
Bassam menyampaikan, harapan besar agar di tahun yang akan datang, masyarakat Halsel senantiasa mendapatkan keberkahan, kekuatan dalam setiap langkah pembangunan.
“Mudah-mudahan dengan keberkahan dan rahmat Allah SWT, kita semua diberikan kekuatan dan kemampuan untuk terus melangkah maju serta memberikan kontribusi terbaik bagi Negeri Saruma yang kita cintai,”ucapnya.
Bupati Halsel mengungkapkan rasa bahagianya karena Festival Saruma kembali digelar dan mendapat antusiasme besar dari masyarakat.
Katanya, festival ini bukan sekadar agenda hiburan, melainkan wadah strategis untuk memperkuat identitas budaya dan nilai-nilai kebersamaan masyarakat Halsel.
“Malam ini kita menyaksikan bersama rangkaian Festival Saruma yang dibuka sejak Senin 29 Desember, dan malam ini menjadi malam penutupan. Namun perlu saya sampaikan bahwa ini bukan akhir dari seluruh agenda akhir tahun kita,”tandasnya.
Rangkaian kegiatan akan dilanjutkan pada Rabu 31 Desember 2025, hingga malam pergantian tahun dengan agenda besar Rekor MURI makan 2.490 porsi edak atau gohu, makanan khas Halsel.
“Ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan kuliner khas daerah kita kepada masyarakat luas,”jelasnya.
Bassam menambahkan, promosi budaya melalui festival dan kegiatan kolosal seperti Rekor MURI menjadi langkah penting untuk mengangkat nama Halmahera Selatan di tingkat nasional maupun internasional.
“Ini adalah bagian dari perkenalan budaya kita. Kita ingin menunjukkan bahwa Halsel, Negeri Saruma, memiliki kekayaan budaya yang luar biasa dan patut dipromosikan sebagai bagian dari kekayaan lokal yang bernilai tinggi,”tegasnya.
Selain itu, Bassam menyoroti berbagai penampilan seni yang ditampilkan selama Festival Saruma, khususnya tarian kolaborasi dengan koreografi yang mengangkat tema agromaritim.
“Kita telah menyaksikan tarian kolaborasi yang luar biasa, yang menggambarkan kekayaan alam kita, mulai dari potensi bahari hingga potensi agromaritim yang selama ini menjadi nilai penting dalam kehidupan masyarakat Halsel,”imbuhnya.
Penampilan tersebut tidak hanya menyuguhkan keindahan seni, tetapi juga menyampaikan pesan kuat tentang harmonisasi antara manusia, alam, dan budaya.
“Ini menjadi kebersamaan yang kita bangun. Yang lahir dari rasa kasih sayang dan kekeluargaan. Inilah filosofi Saruma yang menjadi fondasi pembangunan sosial di Halmahera Selatan,”ujarnya.
Rangkaian acara dilanjutkan 31 Desember 2025 hingga malam pergantian tahun dengan menggelar konser amal Sumatra-Aceh, menghadirkan Band Nasional Ungu dan sejumlah artis/penyanyi lokal asal Maluku. (KunMarsy)
Editor : TM





